logo alinea.id logo alinea.id

BEI sambut rencana IPO maskapai Lion Air

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut rencana maskapai penerbangan Lion Air milik Rusdi Kirana untuk go public di pasar modal.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 21 Mar 2019 22:20 WIB
BEI sambut rencana IPO maskapai Lion Air

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut rencana maskapai penerbangan Lion Air milik Rusdi Kirana untuk go public di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, PT Lion Mentari Airlines diberitakan akan menggelar penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). 

"Menanggapi pemberitaan Lion Air akan IPO, tim Lion Air memang telah menghadiri IPO Master Class yang diadakan di bursa," ujarnya melalui pesan singkat kepada awak media, Kamis (21/3).

Nyoman menyebut, kelas itu merupakan fasilitas yang diberikan kepada calon emiten untuk go public. Bursa bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti konsultan sebagai pembicara untuk kelas tersebut.

"Kegiatan tersebut dirancang khususnya untuk perusahaan yang telah memiliki rencana matang untuk segera go public," kata dia.

Adapun kelas itu diadakan pada semester II tahun lalu dengan memberikan materi persiapan IPO secara komprehensif. 

Namun, kata Nyoman, belum ada tindak lanjut nyata dari Lion Air untuk melantai di pasar modal hingga saat ini. "Dokumen secara resmi belum diterima BEI. Bursa menyambut baik apabila perseroan segera merealisasikan rencana tersebut," ucap Nyoman.

Mengutip Reuters, Kamis (21/3), Lion Air memulai proses IPO dengan target dana mencapai US$1 miliar. Demi merealisasikannya rencana tersebut, perusahaan bekerja sama dengan para penasehat keuangan dan penjamin emisi.

Sponsored

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Lion Air mengumumkan ingin melepas sahamnya ke publik. Perusahaan sempat menyampaikan rencana IPO pada 2014, lalu diundur pada 2016. 

Sayang, rencana itu kembali ditunda saat itu karena mereka melihat kondisi pasar yang lesu. Adapun keputusan tentang IPO hanya akan dibuat setelah penyelidik Indonesia merilis laporan akhir tentang jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 pada Oktober lalu, serta melihat respons dari calon investor.