sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI targetkan investor syariah tumbuh 100%

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor saham syariah pada 2019 menjadi 89.027 investor.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 18 Mar 2019 17:05 WIB
BEI targetkan investor syariah tumbuh 100%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor saham syariah pada 2019 menjadi 89.027 investor atau meningkat 100% dari tahun sebelumnya.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Irwan Abdalloh mengatakan, jumlah investor saham syariah Indonesia pada 2018 mencapai 44.536 investor. Angka ini naik 92% dibandingkan 2017 sebesar 23.207 investor saham syariah.

"Kalau tahun lalu saja bisa tumbuh 92%, masak sih tahun ini di bawah 92%. Kami menargetkan harus minimal 100% growth nya," katanya di Gedung BRI, Jakarta, Senin (18/3).

Irwan mengatakan pihaknya optimistis target tersebut bisa dicapai karena Indonesia memiliki potensi pasar modal syariah terbesar di dunia. Data World Bank 2017 menunjukkan 87% penduduk Indonesia beragama Islam dengan 64% kelompok produktif.

Menurut Irwan, target yang ditetapkan BEI sejalan dengan target yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan untuk pasar syariah. OJK menargetkan 15.000 investor pada tahun ini dengan komposisi investor saham syariah dapat tumbuh 10% dari total investor tersebut. 

"Jadi, kalau merujuk target OJK memang target kami 15.000 investor. Tapi, tahun lalu bisa tembus 21.000," kata Irwan.

Sementara, komposisi investor saham syariah terhadap total investor saham pada 2018 pun tercatat 5,2% atau mencapai target yang ditetapkan oleh BEI untuk direalisasikan pada 2020. Adapun sebanyak 56% di dalam investor syariah merupakan investor aktif.

"Awalnya pertumbuhan 5% itu untuk 2020, tapi kami percepat. Pertumbuhan investor saham syariah juga lebih tinggi dibandingkan dengan total investor saham," katanya.

Sponsored

Sebagai informasi, total jumlah investor saham yang tercatat di data Single Investor Identification (SID) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2018 sebanyak 1.619.372 investor. Angka tersebut meningkat 44,24% dari tahun sebelumnya 1.122.668investor saham.

Untuk meningkatkan jumlah investor, strategi BEI adalah melalui edukasi tatap muka dengan calon investor di berbagai daerah. BEI ikut melibatkan Dewan Syariah Nasional dan juga perusahaan efek. Jadi, katanya, program BEI adalah inklusi, transaksi, dan insentif kepada calon investor.

"Semua bicara tentang data dan fakta,” kata dia.

Sukuk 

Sementara itu, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia sejauh ini masih ditopang oleh kontribusi sukuk negara sebagai sumber dana pembangunan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Desember 2018, nilai outstanding sukuk negara adalah Rp405,4 triliun atau 95% dari total outstanding sukuk. Nilai outstanding total sukuk adalah sebesar Rp426,8 triliun atau sebesar 15% dari total efek pendapatan tetap yang diterbitkan di Indonesia.

Sementara itu, dari sisi sukuk korporasi, outstanding value sukuk korporasi syariah berkontribusi sebesar 5% dari total outstanding value dengan jumlah sukuk sebanyak 15% sukuk korporasi syariah dari total sukuk keseluruhan.

Di sisi lain, outstanding value sukuk negara syariah memiliki porsi 17% dari total outstanding value dengan jumlah sukuk syariah sebanyak 37% dari total sukuk keseluruhan.

Adapun, selama 5 tahun terakhir oustanding sukuk negara meningkat 8% menjadi Rp661,3 triliun pada 2019 atau sebanyak 18% dari jumlah total SBN. 

Berita Lainnya