sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bendungan Kuwil Kawangkoan ditargetkan rampung Agustus 2021

Proyek dikerjakan sejak 2016 dengan biaya Rp1,46 triliun.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 22 Jul 2020 15:58 WIB
Bendungan Kuwil Kawangkoan ditargetkan rampung Agustus 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sultra), rampung pada Agustus 2021. Progres paket 1 diklaim mencapai 64,5% dan paket 2 sebesar 83,7%.

"Total progres secara keseluruhan telah mencapai 73% dan ditargetkan bisa selesai Agustus tahun 2021," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat meninjau proyek.

Hingga kini, akunya, terdapat kendala teknis pada fondasi bangunan. "Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah mulai dikerjakan konstruksi diafragmanya. Diperkirakan 2-3 bulan selesai."

Dirinya sesumbar, Bendungan Kuwil Kawangkoan istimewa karena dekat dengan kota dan makam leluhur masyarakat Minahasa (waruga). "Akan kita tata kawasan ini yang merupakan salah satu destinasi KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Manado Bitung-Likupang," jelasnya.

Menurut Basuki, pembebasan lahan pembangunan infrastruktur di Sultra, khususnya Bendungan Kuwil Kawangkoan, relatif lancar. "Saya tidak khawatir," tutupnya.

Pembangunan bendungan Kuwil Kawangkoan, mencuplik situs web Kementerian PUPR, bagian dari pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter kubik per detik, di mana pernah terjadi banjir bandang pada 2014. Kapasitas tampungnya sebesar 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare.

Proyek dikerjakan sejak 2016 dengan biaya Rp1,46 triliun. Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-DMT kerja sama operasi (KSO) PT Nindya Karya (Persero) Tbk.

Bandungan bakal dimanfaatkan sebagai penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebesar 4,5 meter kubik per detik. Juga untuk pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) berkapasitas 2x0,7 megawatt dan pengembangan pariwisata.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img