sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Faisal Basri: Jika ingin Bulog stabilisasi harga produk pertanian, beri modal!

Bulog tidak akan mampu melakukan stabilisasi harga dengan melakukan operasi pasar, karena cadangan beras komersil yang tak mencukupi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 22 Mar 2021 18:50 WIB
Faisal Basri: Jika ingin Bulog stabilisasi harga produk pertanian, beri modal!

Pemerintah berencana menambah stok cadangannya di Bulog hingga 1,5 juta ton dengan mengimpor 1 juta ton beras di tengah tahun ini. Impor tersebut disebut untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Pemerintah mengakui beras yang masuk dalam kuota impor nantinya adalah beras premium yang permintaannya lebih tinggi belakangan ini, dibandingkan beras medium seiring dengan peningkatan kelas menengah.

Adapun, cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog hingga 11 Maret hanya tersisa 900.000 ton, dan sebanyak 23.000 ton untuk komersial.

Dengan kapasitas sebesar itu, menurut Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri, Bulog tidak akan mampu melakukan stabilisasi harga dengan melakukan operasi pasar, karena cadangan beras komersil yang tak mencukupi.

"Kemampuan Bulog untuk stabilisasi harga terbatas. Karena cadangan komersialnya cuma 23.000 ton. Cadangan yang banyak untuk CBP, yaitu 848.908 ton per 11 Maret. Jadi bagaimana mau stabilisasi pasar?" tanya dia dalam webinar Reformulasi Kebijakan Perberasan, Alinea Forum, Senin (22/3).

Faisal pun mengungkapkan, jika pemerintah menginginkan Bulog melakukan stabilisasi harga, perusahaan negara tersebut harus diberi modal untuk dapat menyerap lebih banyak produksi domestik dan melakukan operasi pasar, bukan hanya menjadi pelaksana tugas pemerintah.

"Karena Bulog hanya disuruh pemerintah untuk mengurusi tugas-tugasnya yang dibebankan oleh pemerintah, sehingga Bulog tidak bisa melakukan stabilisasi pasar," ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Faisal yang lebih pas melakukan stabilisasi harga adalah polisi pasar, bukan Bulog. "Stabilisasi pasar paling ampuh dilakukan oleh polisi pasar. Ditangkapi yang jual lebih tinggi," ucapnya.

Sponsored

Sebab jika dibiarkan jalan sendiri tanpa bantuan dana pemerintah, Bulog tidak dapat melebarkan sayapnya ke ranah komersial, dan tugas Bulog sebagai penjaga stabilitas pangan nasional tidak dapat dicapai.

"Kalau Bulog disuruh beli, enggak punya uang. Pinjam uang di bank dengan bunga komersial, pasti kalah sama yang lain. Jadi jangan banci memperlakukan Bulog. Dikasih tugas, tetapi tidak dikasih amunisi," tuturnya.

Berita Lainnya