sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berikut rencana aksi korporasi BNI pada tahun ini

Perseroan baru saja mendapat penguatan modal dari alokasi laba ditahan senilai Rp8,8 triliun atau 60% dari laba bersih tahun lalu.

Sukirno
Sukirno Selasa, 20 Mar 2018 22:17 WIB
Berikut rencana aksi korporasi BNI pada tahun ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Emiten pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bakal menggelar aksi korporasi dengan menerbitkan surat utang dan akuisisi bank.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menuturkan penerbitan surat utang itu sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentang rencana aksi atau recovery plan bagi bank sistemik. Aksi korporasi emisi surat utang itu akan dilakukan melalui penerbitan sub-debt.

"Kami berencana menerbitkan sub-debt sesuai rencana Rp2 triliun, belum ada perubahan," ujarnya dalam paparan publik usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (20/3).

Pasal 37 Peraturan OJK Nomor 14/POJK.03/2017 tentang recovery plan, menyebutkan, pemenuhan kewajiban memiliki instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal dilakukan paling lambat pada 31 Desember 2018. Bank yang telah ditetapkan sebagai bank sistemik sebelum peraturan OJK tersebut berlaku efektif per 7 April 2017.

Tercatat, sebanyak empat bank sistemik menyiapkan penerbitan obligasi konversi sekitar Rp5,5 triliun yang diwajibkan OJK hingga akhir tahun ini, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.Sedangkan bank sistemik lain, PT Bank Central Asia Tbk, menyatakan tengah mengkaji surat utang yang bisa dikonversi menjadi modal tersebut.

Manajemen emiten bersandi saham BBNI tersebut tengah mematangkan rencana aksi korporasi penerbitan sub-debt tersebut. Perseroan baru saja mendapat penguatan modal dari alokasi laba ditahan senilai Rp8,8 triliun atau 60% dari laba bersih tahun lalu.

Hingga akhir tahun lalu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BNI berada pada level 18,5%, lebih rendah dari posisi akhir 2016 yang mencapai 19,4%. Surat utang tersebut bakal diterbitkan untuk memperkuat modal guna memitigasi dampak sistemik apabila terjadi krisis. 

Memang, manajemen BNI membidik target penyaluran kredit dapat meningkat 13%-15% year-on-year (yoy) pada tahun ini. Sepanjang tahun lalu, BBNI berhasil menjalankan fungsi intermediasi dengan penyaluran kredit sebesar Rp441,3 triliun.

Sponsored

Pencapaian itu tumbuh 12,2% yoy dengan kontribusi 78,3% berasal dari kredit business banking. Sedangkan, dana pihak ketiga (DPK) BNI tumbuh 18,5% menjadi Rp516,1 triliun.

Seiring dengan target pertumbuhan kredit 2018 yang cukup tinggi ini, bank juga berupaya untuk menjaga rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) pada level 2,3%. Proyeksi NPL 2018 ini relatif sama dibandingkan dengan tahun 2017 lalu sebesar 2,3%.

Dari target tersebut, badan usaha milik negara (BUMN) perbankan itu membidik perolehan laba bersih tahun ini bakal meningkat 10% yoy. Untuk mendukung target itu, aksi organik dan anorganik disiapkan perseroan.

Aksi anorganik dilakukan melalui akuisisi. Manajemen BBNI masih membidik untuk mengakuisisi bank pada tahun ini. Perseroan masih menjajaki sejumlah bank yang akan diakuisisi.

"Kalau melakukan akuisisi, cukup panjang. Perlu persetujuan pemegang saham," kata dia.

Aksi akuisisi itu tidak dapat dieksekusi pada paruh pertama tahun ini. Namun, proses due dilligence diproyeksi bakal berlangsung semester I/2018, dan target transaksi tetap dilakukan tahun ini.

Manajemen BNI telah menyiapkan dana hingga Rp3 triliun untuk aksi anorganik. Perseroan membidik akuisisi perusahaan modal ventura, asuransi, dan perbankan. 

Dana tersebut akan digunakan juga untuk penyertaan modal di anak usaha. Tahun lalu saja, perseroan mengalokasikan dana Rp3 triliun untuk aksi anorganik dan terserap Rp1,3 triliun.

Saat ini BNI memiliki 5 anak perusahaan, yang meliputi BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Asset Management. Kelima perusahaan tersebut pada 2017 mampu berkontribusi 9,8% terhadap total laba BNI konsolidasian, naik dibandingkan tahun 2016 yang kontribusinya sebesar 8,4%.
 

Berita Lainnya