sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: 3,7 juta merchants telah gunakan QRIS

Potensi sektor pembayaran digital sangat besar, dengan 67,5 juta UMKM yang dapat memanfaatkan QRIS.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 06 Jul 2020 12:54 WIB
BI: 3,7 juta merchants telah gunakan QRIS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Bank Indonesia mencatat telah ada 3,7 juta merchants atau pedagang di seluruh Indonesia menggunakan QR Code Indonesia Standard (QRIS) hingga 30 Juni 2020.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan digitalisasi tersebut bisa terjadi akibat kerja sama yang dilakukan BI dengan seluruh perbankan.

"Total 3,7 juta merchants sudah terregister secara nasional melalui QRIS. Terima kasih ke perbankan yang secara cepat melakukan digitalisasi, baik komersial maupun ritel," kata Perry dalam webinar Kafegama, dari Jakarta, Senin (6/7).

Perry melanjutkan, digitalisasi sistem pembayaran ini harus terus didorong ke sektor informal. BI melihat potensi dari sektor ini sangat besar dengan 67,5 juta UMKM dan 91 juta penduduk juga bekerja di sektor ini.

Sponsored

Apabila sektor informal diberikan kebijakan yang afirmatif, lanjut Perry, maka sektor ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah pandemi Covid-19.

"Digitalisasi adalah strategi yang paling tepat untuk mengangkat sektor informal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, kami dorong sistem pembayaran digital," tuturnya.

Perry melanjutkan pihaknya telah mendorong digitalisasi sistem pembayaran ini dengan mengampanyekan QRIS melalui kantor BI di daerah-daerah. Dirinya pun berharap sistem pembayaran tersebut tidak hanya digunakan di segmen ritel saja, tetapi juga ke sektor properti. Khususnya pembayaran properti melalui bank BTN. 

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya