sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI dorong pembentukan holding dalam roadmap ekonomi pesantren

BI terus berupaya mengimplementasikan berbagai program penguatan peta jalan atau roadmap perekonomian pesantren 2017-2025.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 22 Okt 2020 14:35 WIB
BI dorong pembentukan holding dalam roadmap ekonomi pesantren
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pesantren memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian secara inklusif. Oleh karena itu, BI terus berupaya mengimplementasikan berbagai program penguatan peta jalan atau roadmap perekonomian pesantren 2017-2025.

Penguatan pertama yang dilakukan oleh BI adalah dengan melakukan pengembangan dan restrukturisasi model-model bisnis usaha syariah di lingkungan pesantren. Kedua, menetapkan standardisasi keuangan pesantren.

"Ketiga pengembangan platform digital, virtual market pesantren dan keempat pengembangan center excellent," katanya dalam video conference, Kamis (22/10).

Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di lingkungan pesantren, BI juga mendorong pembentukan holding ekonomi dan bisnis pesantren dari tingkat wilayah hingga nasional.

"Kelima, pembentukan holding ekonomi dan bisnis pesantren baik di tingkat nasional maupun di wilayah. Alhamdulillah holding ini telah kami bentuk," ujarnya.

Dalam mengimplementasikan roadmap ini, hingga 2020 program pengembangan model dan replikasi bisnis pesantren ini telah diimplementasikan tidak kurang dari 300 pesantren di seluruh Indonesia.

Adapun sektor usaha yang banyak dilakukan di lingkungan pesantren, berupa pengolahan air minum dan pengolahan sampah. Usaha lainnya seperti makanan dan minuman, industri kreatif, energi terbarukan, konveksi, pariwisata dan perdagangan, serta pertanian. 

"Kami juga telah mengembangkan sejumlah model bisnis, seperti pada pertanian berorientasi ekspor, dengan lima mitra pesantren dan kelompok tani di Cianjur, melalui enam budi daya komoditas hortikultura seperti wortel, jagung, buncis, dan lain-lain," terangnya.

Sponsored

Dalam model bisnis ini, BI juga menyediakan infrastruktur berbasis teknologi digital internet of thing (IoT), serta memfasilitasi pengembangan dan pemasaran global.

"Saat ini kami juga mengembangkan model bisnis yang mengoptimalkan peran keuangan sosial syariah dengan green waqaf," tuturnya.

Dengan bisnis ini, dana wakaf akan dikelola oleh nadzir untuk mendukung usaha pertanian, baik melalui pembebasan lahan atau penyediaan infrastruktur pendukung proses produksi pertanian di pesantren.

Berita Lainnya