BI memperkirakan inflasi pada Juli hanya 0,23%

Inflasi yang cukup rendah ini terjadi karena terkendalinya harga dan menguatnya komunikasi antara BI, pemerintah pusat dan pemda

BI memperkirakan inflasi pada Juli hanya 0,23% Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memperkirakan, inflasi yang cukup rendah ini terjadi karena terkendalinya harga./AntaraFoto

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juli sebesar 0,23%, lebih rendah dari inflasi Juni yang mencapai 0,59%. Bahkan, diperkirakan lebih rendah dari rata-rata keseluruhan di Juli dalam tiga tahun terkahir.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memperkirakan, inflasi yang cukup rendah ini terjadi karena terkendalinya harga dan menguatnya komunikasi antara BI, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), maupun Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

"Ini berdasarkan survei pemantauan harga sampai minggu ke dua. Inflasi Juli ini 0,23% secara month to month. Jauh lebih rendah dari rata-rata Juli selama tiga tahun terkahir yang sebesar 0,54%," jelas Perry di Komplek BI, Jum'at (13/7). 

Hal itu didukung hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan II-2018 meningkat, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II-2018, meningkat dari 8,23% pada triwulan I-2018.

Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT 3,96%). Perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) – SKDU yang berada pada fase ekspansi pada triwulan II-2018 dengan indeks sebesar 52,40%.

"Saya yakin Juni akan lebih tinggi karena aktivitas Ramadan itu tinggi. Sehingga survei penjualan eceran juga naik," terang Perry. 

 


Berita Terkait