sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: Meski melemah, pertumbuhan ekonomi di Jakarta cukup kuat

Pertumbuhan ekonomi di Jakarta masih ditopang oleh meningkatnya ekspor total dan konsumsi pemerintah.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 06 Mei 2020 13:29 WIB
BI: Meski melemah, pertumbuhan ekonomi di Jakarta cukup kuat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Kendati tumbuh melambat akibat pandemi Covid-19, Bank Indonesia menyebut ekonomi DKI pada triwulan I-2020 masih cukup kuat.

Bank Indonesia (BI) mengatakan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I-2020 berdaya tahan di tengah pandemi Covid-19. Pertumbuhannya masih cukup kuat, meski mengalami perlambatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo, mengatakan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan ini tercatat masih tumbuh sebesar 5,06% (yoy), atau lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,96% (yoy). Hal itu terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19. 

“Perkembangan ekonomi di Jakarta ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional yang tumbuh sebesar 2,97% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy),” kata Ponco dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/6). 

Pertumbuhan ekonomi di Jakarta masih ditopang oleh meningkatnya ekspor total dan konsumsi pemerintah. Adapun ekspor total tercatat tumbuh meningkat sebesar 9,75% (yoy), setelah mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya. Kenaikan terutama terjadi pada ekspor barang dan jasa ke luar DKI Jakarta untuk jasa perbankan, jasa kesehatan serta produk makanan jadi dan farmasi. 

“Untuk konsumsi pemerintah juga tumbuh meningkat sebesar 2,27% (yoy), setelah triwulan sebelumnya mengalami kontraksi yang cukup dalam (-30,70%, yoy), baik bersumber dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) di Jakarta maupun dari belanja APBD,” ujarnya. 

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi DKI pun ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih cukup kuat, sebesar 4,93% (yoy). Meski pertumbuhan tersebut melambat akibat pandemi Covid-19 yang otomatis berdampak pada berkurangnya konsumsi masyarakat .

“Kebijakan Work/School From Home (W/SFH) dan Physical Distancing mendorong penurunan pengeluaran masyarakat terutama untuk rekreasi dan transportasi,” kata dia.

Sponsored

Selain itu, Ponco menyebut perlambatan konsumsi rumah tangga tertahan dengan meningkatnya konsumsi akan produk makanan dan minuman, kesehatan serta telekomunikasi.

Lebih lanjut, Ponco menambahkan akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.

Berita Lainnya