sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI pastikan kemarau panjang tak picu inflasi

Inflasi 2019 masih akan berada di bawah titik tengah kisaran 3,5%. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 22 Agst 2019 18:51 WIB
BI pastikan kemarau panjang tak picu inflasi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan kemarau panjang tidak akan terlalu banyak mempengaruhi pertumbuhan inflasi dari sektor pangan.

Oleh karena itu, ia optimistis, inflasi 2019 masih akan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran 3,5%. 

"Pengaruh kemarau tadi kita sudah perkirakan inflasi berada di bawah titik tengah. Di kisaran 3,2% sampai 3,3%," katanya di Bank Indonesia, Kamis (22/8).

Dia menjelaskan, pemerintah yang diwakili oleh Menko Perekonomian telah mengadakan rapat koordinasi untuk memastikan pasokan barang tersedia.

Menurut Perry, bahan pangan seperti beras pasokannya di Bulog lebih dari cukup, sehingga tidak ada alasan untuk kenaikan harga yang berkontribusi terhadap pertumbuhan inflasi.

Namun demikian, kata Perry, dampak inflasi mungkin disumbang oleh harga cabai. Akan tetapi, menurutnya ini hanyalah dampak temporer.

"Dampak yang tentu saja sekarang berlangsung terkait cabe ini dampak temporer. Pemantauan kami dalam dua bulan sudah mulai panen. Khususnya di wilayah Sumatera," ucapnya.

Sementara itu,  Perry mengatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2019 tercatat 0,31% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,55% (mtm). 

Sponsored

Perry juga menambahkan inflasi masih terkendali seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia menjaga stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola, dan pengaruh harga global yang minimal. 

"Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan gangguan cuaca akibat kemarau," tuturnya.

Dia pun memperkirakan jika tren positif tersebut masih terjaga hingga akhir tahun, ia memprediksi inflasi tahun 2020 timbuh di kisaran 3,0%