sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI prediksi Neraca Pembayaran Indonesia kuartal II-2019 terjaga

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2019 ditopang surplus transaksi modal dan finansial yang lebih tinggi.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 18 Jul 2019 17:05 WIB
BI prediksi Neraca Pembayaran Indonesia kuartal II-2019 terjaga

Bank Indonesia memperkirakan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2019 tetap terjaga. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan kondisi ini ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. 

Menurut Perry, aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio diprediksi mencatat surplus cukup besar.

"Didorong prospek perekonomian nasional yang baik dan daya tarik investasi aset keuangan domestik yang tinggi," kata Perry dalam paparannya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7).

Aliran masuk modal asing portofolio sampai dengan Juni 2019 tercatat US$9,7 miliar. Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan melebar dipengaruhi kinerja ekspor barang dan jasa yang menurun, serta perilaku musiman terkait peningkatan kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. 

"Perkembangan positif terlihat pada neraca perdagangan Indonesia Juni 2019 yang kembali mencatat surplus sebesar US$0,196 miliar, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus US$0,22 miliar," jelasnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar US$123,8 miliar, setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Perry menambahkan selanjutnya defisit transaksi berjalan 2019 diprakirakan lebih rendah dari tahun 2018, yaitu dalam kisaran 2,5%–3,0% PDB.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk pada upaya mendorong peningkatan PMA," Katanya.

Sponsored

Selain itu, Perry juga mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2019 relatif sama dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya. 

"Konsumsi swasta tetap baik didukung keyakinan konsumen yang tetap terjaga. Investasi bangunan juga tetap tumbuh stabil," kata Perry

Sementara itu, ekspor Indonesia diprakirakan tumbuh negatif dipengaruhi terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas akibat berlanjutnya ketegangan hubungan dagang. meskipun ekspor baja mengalami kenaikan pada Juni 2019. 

Perry menambahkan upaya untuk mendorong permintaan domestik, termasuk investasi, perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia. 

"Secara keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4%. Bank Indonesia akan menempuh bauran kebijakan dengan Pemerintah, dan otoritas terkait untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," katanya.