sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019 stagnan

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 diperkirakan sekitar 5,07%-5,1%.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 08 Jul 2019 17:55 WIB
BI prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019 stagnan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 stagnan pada kisaran 5,07%. Perry mengungkapkan, dalam Rapat Dewan Gubernur BI, pihaknya sudah melihat kecenderungan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 melandai.

"Artinya melandai itu pertumbuhan ekonomi year on year hampir sama dengan triwulan I-2019, atau kurang lebih 5,07% sampai 5,1%," ujar Perry di kompleks DPR, Jakarta, Senin (8/9). 

Perkiraan pertumbuhan yang mencapai 5,07%-5,1% itu dilihat berdasarkan data-data hasil monitoring, seperti survei penjualan eceran, survei konsumen, survei dunia usaha, dan Exim Bank Indonesia. 

Sumber pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019, lanjut Perry, masih bersumber pada dua sektor, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi bangunan. 

"Konsumsi rumah tangga yang kuat karena bersamaan dengan pemilu dan pengeluaran lebih tinggi, berkaitan dengan Ramadan dan Idulfitri 2019," ucap Perry.

Sektor konsumsi, kata Perry, menyumbang sebesar 5,1% terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019. 

Sementara itu, sumber pertumbuhan ekonomi dari investasi bangunan dilihat dari berlanjutnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur. 

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 hanya mencapai 5,07% atau naik tipis dibandingkan kuartal I-2018 yang sebesar 5,06%. Pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh belanja pemerintah. 

Sponsored

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan realisasi belanja pemerintah pada kuartal I-2019 mencapai Rp452,06 triliun. 

"Jauh lebih besar dibandingkan kuartal I-2018 yang hanya mencapai Rp419,44 triliun. Realisasi belanja terutama didorong oleh transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), serta belanja pemerintah," ujar Suhariyanto.