sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI prediksi stabilitas sistem keuangan 2019 tetap terjaga

Bank Indonesia (BI) memprediksi stabilitas sistem keuangan (SSK) sepanjang 2019 tetap terjaga.

Soraya Novika
Soraya Novika Jumat, 03 Mei 2019 17:11 WIB
BI prediksi stabilitas sistem keuangan 2019 tetap terjaga
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28233
Dirawat 18129
Meninggal 1698
Sembuh 8406

Bank Indonesia (BI) memprediksi stabilitas sistem keuangan sepanjang 2019 tetap terjaga. Pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan bakal berada di kisaran 10-12% (yoy) dan 8-10% (yoy).

"Siklus keuangan yang telah menunjukkan arah ekspansi ini diperkirakan akan terus menguat," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/5).

Selain itu, BI memprediksi kinerja korporasi non-keuangan tetap terjaga dan dapat terus melanjutkan ekspansi.

"BI akan terus mendorong intermediasi perbankan, stance kebijakan makroprudensial akan lebih akomodatif. BI juga akan memperkuat strategi moneter," kata Perry.

Sepanjang 2018, BI melaporkan stabilitas sistem keuangan dapat terjaga berkat formulasi kebijakan moneter yang diarahkan lebih akomodatif dalam mendorong permintaan domestik, termasuk kebijakan makroprudensial. 

Selain itu, sinergi kebijakan antar otoritas membawa stabilitas cukup baik ditunjukkan dengan nilai kredit macet (non performing loan/NPL) yang rendah berada pada level 2,37%. Efisiensi perbankan juga terus meningkat terlihat dari rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)  di angka 78,33%. Sedangkan pertumbuhan kredit tahun lalu mencapai 11,75%.

Sepanjang semester II-2018, BI memperkuat kebijakan makroprudensial akomodatif dengan melakukan pelonggaran kembali Rasio Loan to Value/Financiang to Value (LTV/FTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) berupa pelonggaran besaran rasio LTV/FTV untuk fasilitas kredit pertama, pelonggaran fasilitas inden, dan pelonggaran termin pembayaran. 

BI juga menyempurnakan ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) loan to funding ratio (LFR) menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) untuk mendorong intermediasi perbankan.  BI juga secara konsisten senantiasa berupaya mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sponsored

Untuk melanjutkan stabilitas sistem keuangan, BI ke depan bakal tetap memperkuat intermediasi yang didukung dengan permodalan dan likuiditas yang memadai.

Selain itu, BI akan mengoptimalkan berbagai kebijakan mulai dari evaluasi kebijakan rasio LTV/FTV, peninjauan kebijakan RIM, ketentuan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), dan Countercyclical Capital Buffer (CCB).

"Selain itu, penguatan surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi akan terus dilakukan, termasuk penguatan pemantauan risiko di luar perbankan. Pemanfaatan data National and Regional Balance Sheet (NBS/RBS) juga akan terus dioptimalkan," tuturnya.

Berita Lainnya