BI proyeksikan neraca perdangan Juni alami surplus

Surplus tersebut terjadi karena adanya penurunan impor

BI proyeksikan neraca perdangan Juni alami surplus Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya menggenjot produksi dan ekspor buah jeruk dengan menyiapkan satu juta bibit untuk petani serta menjembatani kerja sama antara petani dan pengusaha guna mempermudah ekspor ke luar negeri. /AntaraFoto

Bank Indonesia memproyeksikan neraca perdagangan pada Juni akan surplus hingga melebih US$ 1 milliar. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku optimis neraca perdagangan di Juni akan surplus. Pada awalnya BI memperkirakan surplus neraca perdagangan menyentuh US$ 900 juta. Tetapi setelah melakukan kajian ulang, BI meningkatkan proyeksi surplus menjadi lebih tinggi dari US$ 1 milliar.  

"Semula kita perkirakan data-data minggu ke satu dan minggu ke dua, surplusnya US$900 juta, tetapi ternyata bisa lebih tinggi dari US$1 miliar," jelas Perry di komplek DPR, Rabu (11/7). 

Surplus tersebut terjadi karena adanya penurunan impor, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Secara terpisah, Direktur CORE Mohammad Faisal masih belum memiliki keyakinan neraca perdagangan Juni bisa surplus atau defisit. Jika surplus, dinilainya bukan mencerminkan perekonomian yang sehat. Sebab, di Juni ada faktor musiman, dimana impor dan ekspor mengalami penurunan kinerja. 

Ada beberapa penyebab defisit neraca perdagangan, diantaranya harga minyak yang naik dan pelemahan rupiah. Sementara permintaan industri di dalam negeri masih belum bisa menjawab kebutuhan industri di dalam negeri. 

"Tapi itu bukan surplus yang sehat, karena ekspornya turun," ujar Faisal beberapa waktu lalu saat dihubungi. 

Oleh karena itu, perlu ada penguatan industri hulu di dalam negeri, sehingga ketergantungan impor sedikit demi sedikit bisa berkurang.
 


Berita Terkait