sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Suku bunga acuan BI turun, BRI pangkas suku bunga kredit

Penurunan suku bunga BRI terjadi di seluruh segmen kredit yaitu korporasi, ritel, mikro, KPR, dan non-KPR.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 02 Mar 2021 18:09 WIB
Suku bunga acuan BI turun, BRI pangkas suku bunga kredit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuannya BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps), menjadi 3,5% pada pertengahan Februari lalu. Penurunan suku bunga acuan tersebut diikuti oleh perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjamannya, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

BRI kembali menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk seluruh segmen yaitu korporasi, ritel, mikro, KPR, dan non-KPR mulai 28 Februari 2021. Penurunan mencapai sebesar 150 bps hingga 325 bps.

Sekedar informasi, SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan pada nasabah.  

Penurunan SBDK terbesar diberikan pada kredit konsumer non-KPR, sebesar 3,25%. Dengan penurunan ini, SBDK non-KPR berubah dari semula 12% menjadi 8,75%.

Direktur Utama BRI, Sunarso dalam keterangan resminya mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga kredit yang dilakukan BRI ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini seiring dengan berlanjutnya tren penurunan suku bunga acuan oleh BI. 

"Penurunan suku bunga kredit BRI juga dilakukan karena menurunnya beban biaya dana (cost of fund) dan meningkatnya level efisiensi perbankan, yang disebabkan berbagai inisiatif digital yang terus dilakukan," kata Sunarso, Selasa (2/3). 

Sementara SBDK KPR BRI turun sebesar 2,65% dari 9,90% menjadi 7,25%. Penurunan SBDK juga dilakukan untuk segmen mikro sebesar 2,5%. Perubahan ini membuat SBDK mikro turun dari 16,50% menjadi 14%.

Pada kredit segmen korporasi dan ritel, BRI melakukan penurunan SBDK masing-masing sebesar 1,95% dan 1,5%. Dengan demikian, saat ini SBDK korporasi berubah dari 9,95%  menjadi 8%. Kemudian, SBDK segmen ritel berkurang dari 9,75% menjadi 8,25%.

Sponsored

Penurunan suku bunga kredit oleh BRI tersebut, lanjut Sunarso, dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 lalu, BRI telah menurunkan suku bunganya sebesar 75 bps hingga 150 bps, bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps hingga 500 bps.

Sunarso menjelaskan, meski telah turun, namun perubahan suku bunga kredit bukan menjadi satu-satunya variabel penentu besar atau kecilnya permintaan pembiayaan. 

“Variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit adalah tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” ujar dia.

Melalui langkah ini, Sunarso memastikan BRI juga bakal mendukung penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

“Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berujung pada naiknya permintaan kredit dan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Sunarso.

Berita Lainnya