logo alinea.id logo alinea.id

BI rate turun, ekonomi belum tentu terangkat

Berkaca pada tahun 2016-2017 dimana penurunan suku bunga acuan hingga 4,25%, namun tidak terjadi lonjakan pertumbuhan ekonomi. 

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 22 Jul 2019 16:49 WIB
BI rate turun, ekonomi belum tentu terangkat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengisyaratkan ruang untuk memangkas suku bunga acuan (BI rate). BI beralasan bunga yang lebih murah dapat menyokong pertumbuhan ekonomi. 

"Kami memandang ruang untuk kebijakan moneter yang akomodatif. Apakah pelonggaran likuiditas dan atau penurunan suku bunga lebih lanjut itu masih terbuka," ujar Perry dihadapan para anggota Banggar DPR pada Senin (22/7). 

Pekan lalu, Bank Indonesia telah memangkas bunga acuan 25 basis poin (bps) dari 6% menjadi 5,75%. Meski bunga acuan telah dipangkas namun bunga acuan Indonesia masih yang termahal di Asia Tenggara (Asean)

Menanggapi rencana kembali penurunan suku bunga, Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah memprediksi BI kemungkinan akan memangkas bunga dua hingga tiga kali pada tahun ini. Hal ini merespons kondisi global saat ini yang tengah mengalami perlambatan ekonomi. 

Apalagi kata Piter, sejumlah bank sentral global memilih untuk memangkas suku bunga. Ambil contoh, Bank Sentral India, Korea Selatan yang telah memangkas suku bunganya. 

"Penurunan suku bunga akan berpotensi melonggarkan likuiditas, memacu kredit dan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Piter. 

Meski menyebut ada peluang menurunkan suku bunga, Piter tidak bisa memastikan pada level berapa suku bunga acuan BI bisa menopang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun ini. 

Selain itu, penurunan suku bunga juga tidak menjamin terjadi pertumbuhan ekonomi. Hal ini berkaca pada tahun 2016-2017 dimana penurunan suku bunga acuan hingga 4,25%, namun tidak terjadi lonjakan pertumbuhan ekonomi. 

Sponsored

Paling mudah terlihat, penurunan suku bunga acuan tidak menjamin turunnya suku bunga kredit. Sehingga mendongkrak penyaluran kredit serta investasi. 

"Jadi, saya kira bukan level suku bunga acuan BI sebagai satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi," ujar Piter kepada Alinea.id, Senin (22/7). 

Sementara itu, Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai idealnya suku bunga acuan berada pada level 5,2% pada tahun ini. Sehingga butuh pemangkasan yang lebih agresif untuk stimulus sektor riil. 

 

Riset : Fultri Sri Ratu Handayani