logo alinea.id logo alinea.id

BI rate turun, Sri Mulyani targetkan investasi tumbuh 6%

Langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan di tengah perlambatan ekonomi global bisa membuat investasi kembali bergairah.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 22 Jul 2019 18:17 WIB
BI rate turun, Sri Mulyani targetkan investasi tumbuh 6%

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi penurunan suku bunga Bank Indonesia dari 6% menjadi 5,75% bisa meningkatkan pertumbuhan investasi pada semester II-2019 menjadi 6%. 

Sri Mulyani mengatakan, langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan di tengah perlambatan ekonomi global bisa membuat investasi kembali bergairah.

"Jika dilihat investasi agak melemah dibandingkan akhir tahun 2018 yang waktu itu mendekati tujuh persen. Dengan penurunan suku bunga dan transmisi yang akan terjadi perbaikan dan dari sisi investasi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin.


Sri Mulyani mengatakan, selain penurunan BI rate, kebijakan-kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah juga bisa mengerek investasi ke Indonesia. Adapun kebijakan yang dimaksud seperti tax holiday dan tax allowance.

Di samping itu, Sri Mulyani juga yakin situasi politik yang mulai kondusif akan baik untuk pertumbuhan Investasi.

Untuk diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama kuartal I-2019, total realisasi investasi tercatat hanya Rp195,1 triliun, atau tumbuh 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Namun angka pertumbuhan investasi itu lebih rendah jika dibandingkan kuartal I 2018 yang tumbuh 11,8% secara tahunan (year on year/yoy). Penanaman modal asing bahkan turun 0,9% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp108,9 triliun. 

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara berharap penurunan suku bunga acuan Bank Sentral dapat memantik investasi ke dalam negeri karena biaya peminjaman dana (cost of borrowing) bagi swasta dan pemerintah akan menurun. 

Dia berharap investasi dapat bertumbuh hingga 5,2% pada tahun ini.

Sponsored

"Dan akan berlanjut di tahun depan, investasi bisa bertumbuh 5,3 persen," ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengisyaratkan bahwa BI bisa saja kembali menurunkan suku bunga acuan dalam lima bulan terakhir di 2019.

Hal itu bisa terjadi dengan catatan inflasi terus terkendali, dan stabilitas terjaga sehingga terdapat peluang untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi.

"Untuk pelonggaran kebijakan moneter tetap terbuka, baik itu dari kebijakan likudiitas maupun penurunan suku bunga acuan lebih lanjut," kata Perry.

Sebelumnya, Bank Sentral baru saja memangkas suku bunga acuannya pada 18 Juli 2019 pekan lalu menjadi 5,75% setelah delapan bulan berturut-turut bertahan di 6%.