sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI kembali turunkan suku bunga acuan ke 5,25%

Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 19 Sep 2019 14:52 WIB
BI kembali turunkan suku bunga acuan ke 5,25%

Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Sejalan dengan itu, BI juga memangkas suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,00%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik.

“Serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,” kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/9).

Perry mengatakan keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI ini juga berdasarkan berbagai pertimbangan.

Pertama, ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

Kedua, pertumbuhan ekonomi belum membaik ditandai ekspor yang menurun, karena permintaan global dan harga komoditas turun.

Ketiga, Neraca Pembayaran Indonesia triwulan III-2019 diprakirakan tetap baik sehingga menopang ketahanan eksternal.

Keempat, nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang tetap baik. Pada September 2019, rupiah mencatat apresiasi 0,9% secara point to point (ptp) dan 1,0% secara rerata dibandingkan dengan level Agustus 2019.

Sponsored

Kelima, Inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi IHK pada Agustus 2019 tercatat 0,12% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,31% (mtm). 

Keenam, Transmisi kebijakan moneter tetap baik didukung kecukupan likuiditas perbankan yang memadai serta pasar uang yang tetap stabil dan efisien.

Ketujuh, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga tercermin rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Juli 2019 sebesar 23,1%. rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net). 

Terakhir, Kelancaran Sistem Pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.