sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bio Farma kembangkan plasma darah untuk obat Covid-19

Bio Farma juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19 yang akan diuji coba pada 2021.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 21 Apr 2020 18:10 WIB
Bio Farma kembangkan plasma darah untuk obat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Induk Holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) menyatakan tengah mengembangkan plasma darah untuk penyembuhan Covid-19. 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan proses penyembuhan Covid-19 bisa dilakukan dengan mengambil plasma darah pasien yang baru sembuh dari Covid-19, lalu diolah dengan teknologi tertentu, sehingga bisa ditransfusikan ke pasien yang terkena Covid-19.

"Ini cukup efektif di Jepang. Kalau bisa kami lakukan dalam dua minggu ke depan, kami akan lakukan secara maasal di semua RS yang menangani Covid-19," tuturnya kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (21/4).

Di sisi lain, Honesti juga mengatakan Bio Farma terus melakukan usaha pengembangan vaksin Covid-19. Perseroan menargetkan pada April 2021 vaksin tersebut sudah bisa diuji coba secara klinis.

Honesti juga mengatakan Bio Farma melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan vaksin Covid-19 ini.

Di dalam negeri, Honesti mengatakan, sudah dibentuk konsorsium bersama lembaga Eijkman, Balitbangkes, dan beberapa perguruan tinggi untuk penemuan vaksin.

"Targetnya di akhir 2020 ini diharapkan bibit dari vaksin sudah ada dan 2021 biofarma mulai mengembangkan vaksinnya," kata dia.

Honesti melanjutkan pengembangan vaksin memerlukan waktu karena dengan teknologi yang ada, belum memungkinkan penemuan vaksin kurang dari lima tahun. Normalnya, kata Honesti, penemuan vaksin membutuhkan waktu 10-15 tahun di diunia.

Sponsored

Selain itu, Honesti mengatakan Bio Farma juga telah melakukan komunikasi dengan The Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) yang telah siap melakukan produksi DNA untuk uji klinis. Apabila berjalan dengan lancar, Honesti mengatakan pada kuartal III-2020 Bio Farma bisa mendapatkan data vaksin tersebut.

"Kami juga berkolaborasi dengan China yang sedang melakukan uji klinis vaksin tahap kedua," ujarnya.

Dalam kolaborasi dengan China ini, Honesti berkoordinasi agar uji klinis berikutnya dan produksi massal bisa dilakukan oleh Bio Farma.

Berita Lainnya
×
img