logo alinea.id logo alinea.id

BKPM: Indonesia jadi incaran investor Eropa

Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan Indonesia menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Eropa pada 2019.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 06 Feb 2019 20:10 WIB
BKPM: Indonesia jadi incaran investor Eropa

Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) menyatakan Indonesia menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Eropa pada 2019.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, Uni Eropa (EU) merupakan investor terbesar keempat di Indonesia pada 2018. Thomas menganggap, hubungan bilateral antara Uni Eropa dan Indonesia yang semakin kuat tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

"Investor Eropa biasanya membawa serta teknologi mutakhir yang juga dapat diterapkan oleh industri Iokal. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah yang hendak menjadikan industri Indonesia 4.0," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/2).

Mengutip data BKPM yang diterima Alinea.id, realisasi investasi Uni Eropa di Indonesia terus mengalami peningkatan sepanjang 2014 hingga 2017. Namun pada 2018 FDI Uni Eropa turun tipis. 

Pada 2014 Uni Eropa telah berinvestasi senilai US$3,8 miliar dengan 782 proyek. Sementara itu, pada 2015 total investasi senilai US$2,3miliar dengan 1.434 proyek. 

Selanjutnya pada 2016 terus mengalami peningkatan nilai investasi mencapai US$2,6 miliar dengan 1.975 proyek. Hingga puncaknya pada 2017 mencapai US$3,2 miliar dengan 3.072 proyek. 

Pada 2018, total investasi negara Eropa ini mencapai US$2,1 miliar dengan 2.966 proyek. Uni Eropa menempati posisi keempat dalam investasi ke Indonesia. 

Posisi pertama investasi ke Indonesia ditempati Singapura sebesar US$9,19 miliar. Kemudian posisi kedua yakni Jepang sebesar US$4,95 miliar dan ketiga China US$2,8 miliar.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua EuroCham Corine Danielle Tap mengatakan pemerintah Indonesia sudah menyadari perlunya peningkatan investasi oleh sektor swasta untuk pengembangan teknologi.

Menurutnya, hal itu akan meningkatkan daya saing dan efisiensi dari industri nasionaI, serta memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan masyarakat secara keseluruhan. 

"Kami sepenuhnya mendukung upaya peningkatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mendorong inovasi di sektor teknologi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Corine.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan,  pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor teknologi itu dapat dicapai jika pelaku bisnis bekerja sama dengan pemerintah, selaku pembuat kebijakan.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk Indonesia Vincent Guérend mengungkapkan Indonesia dan EU tengah melakukan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa Indonesia (I-EU CEPA).

Menurut dia, pemerintah Indonesia menjanjikan beragam kesempatan bagi Uni Eropa untuk dapat Iebih mendorong pembangunan ekonomi di tanah air. 

Perjanjian l-EU CEPA akan memberikan kerangka kerja yang Iebih kuat bagi perdagangan bilateral dan hubungan investasi, serta menciptakan akses pasar baru untuk UE dan Indonesia.

"Perjanjian ini juga akan membawa investasi modal dan transfer teknologi canggih serta pengetahuan yang penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia," pungkasnya.