sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BKPM percepat realisasi investasi Korea Selatan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengunjungi beberapa perusahaan besar di Korea Selatan.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 22 Mei 2019 19:27 WIB
BKPM percepat realisasi investasi Korea Selatan

Pemerintah Indonesia mempercepat realisasi investasi Korea Selatan di dalam negeri. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengunjungi beberapa perusahaan besar di Korea Selatan pada 16 Mei 2019.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Korea Selatan pada September 2018, untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi di Indonesia.

Adapun beberapa perusahaan yang dikunjungai Thomas Lembong saat itu di antaranya merupakan perusahaan di bidang industri baja, otomotif, kimia dasar, logistik, bioskop dan hiburan, hingga pembangkit listrik.
 
"Banyak peluang investasi besar dari investor-investor di Korea,” jelas Thomas dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Rabu (22/5).

Salah satunya, kata Thomas, Hyundai yang akan membangun pabrik otomotif. Selain mobil-mobil SUV maupun MPV, ke depan mereka akan bangun eco-friendly car, yang bahan bakarnya menggunakan baterai litium. 

“Kita punya banyak biji nikel, itu yang nantinya bisa dibuat menjadi baterai litium. Lalu, ada dari Posco juga yang sudah memasuki pembangunan pabrik bajanya tahap dua," kata dia.

Salah satu investor besar yang juga ditemui Kepala BKPM itu adalah Lotte Group yang telah memiliki bisnis retail di Indonesia dan sedang mengembangkan bisnisnya di bidang hiburan, industri kimia dasar, dan pengembangan properti. 

Salah satu anak perusahaan Lotte Group yang telah masuk tahap realisasi investasi adalah PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) dengan pembangunan komplek industri petrokimia senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp53 triliun.

Pembangunan pabrik naphta cracker yang dilakukan oleh LCI merupakan prioritas pemerintah karena diharapkan akan mengurangi ketergantungan terhadap impor produk petrokimia. Di samping itu, dapat memperbaiki neraca perdagangan karena produksi LCI juga berorientasi ekspor.

Sponsored

"Saat ini dunia usaha sudah mulai pulih setelah selesainya tahun politik,” kata Thomas.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan BKPM juga terus membenahi sistem Online Single Submission. Sebab, ini merupakan salah satu hal penting yang dibahas juga dengan investor. 

“Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait insentif apa yang dapat diberikan untuk percepatan investasi setelah kunjungan ke Korea Selatan," katanya.

Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi, yang juga aktif menangani proyek investasi asal Korea Selatan menambahkan bahwa salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perusahaan yang memiliki komitmen mengembangkan industri strategis di tanah air adalah dengan pemberian insentif, fasilitasi end-to-end dan membantu menyelesaikan permasalahan perusahaan sampai selesai.

"Kami terus melakukan diskusi intensif dengan Lotte Group untuk memberikan kemudahan dan fasilitas investasi seperti tax holiday bagi LCI. Ini adalah bentuk nyata end-to-end service yang diberikan oleh BKPM terhadap investor. Harapan kami agar investasi tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, namun juga bagi investor yang merasa mendapat keuntungan dari usahanya," ujarnya. 

Menurut data BKPM, investasi asal Korea Selatan didominasi sektor industri mesin dan elektronik (15%); pertambangan (13%); gas dan air (9); industri sepatu (8%); serta industri karet dan plastik (8%). 

Sebagian besar investasinya masih berada di Pulau Jawa, diikuti dengan Kalimantan dan Sumatera. Total realisasi investasi sejak tahun 2014 sampai Triwulan I-2019 ini mencapai US$7,3 miliar. Dengan realisasi investasi mencapai US$2 miliar di tahun 2017 dan US$1,6 miliar di tahun 2018.