sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNI restrukturisasi kredit Rp122 triliun

Mayoritas debitur berasal dari sektor perdagangan, restoran dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 27 Okt 2020 14:43 WIB
BNI restrukturisasi kredit Rp122 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp122 triliun atau setara dengan 22,2% dari total pinjaman yang diberikan, kepada 170.591 debitur yang terdampak Covid-19 hingga akhir September 2020.

Dalam keterangan resminya, Selasa (27/10), manajemen BBNI mengatakan mayoritas debitur tersebut berasal dari sektor perdagangan, restoran dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.

Selain itu, BBNI juga mendukung upaya pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui optimalisasi penempatan dana dari pemerintah, dalam bentuk penyaluran pinjaman modal kerja pada pelaku usaha yang berorientasi ekspor, padat karya, dan ketahanan pangan.

Pada tahap pertama, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp5 triliun ke BBNI. Kemudian pada tanggal 24 September 2020, pemerintah kembali memberikan tambahan penempatan sebesar Rp2,5 triliun ke BBNI.

Adapun tujuan dari penempatan dana ini, diyakini akan menambah daya ungkit penyaluran kredit oleh perseroan hingga tiga kali lipat.

"Hingga 20 Oktober 2020, BBNI telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp21,1 triliun, yang mayoritas 70% disalurkan pada segmen kecil terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tulis manajemen BBNI.

Hingga akhir September 2020, KUR yang telah dikucurkan senilai Rp15,05 triliun, disalurkan kepada 170.569 debitur. KUR BBNI ini diberikan pada berbagai sektor ekonomi, antara lain ke sektor pertanian sebesar Rp3,95 triliun, sektor perdagangan Rp7,37 triliun, sektor jasa usaha Rp2,44 triliun, serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp1,08 triliun.

Pemberian restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja ini diperkirakan dapat meningkatkan ketahanan bisnis debitur di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Sponsored

"Harapannya, saat Covid-19 dapat ditanggulangi, bisnis debitur bisa kembali ke arah yang lebih baik," tutur manajemen BBNI.

Berita Lainnya