sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPJPH serahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 Sinovac ke Bio Farma

Prosedur penerbitan sertifikat halal Covid-19 telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014

Zahra Azria
Zahra Azria Rabu, 13 Jan 2021 15:32 WIB
BPJPH serahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 Sinovac ke Bio Farma
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI menyerahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 kepada PT Bio Farma (Persero) Rabu (13/1) pagi. 

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPJPH Kementerian Agama Sukoso menyebutkan, beberapa hal terkait proses sertifikasi halal Covid-19. 

Tahap pertama, Bio Farma mengajukan surat permohonan pendaftaran sertifikat halal dan pendaftaran melalui email pada 9 Oktober 2020. Kemudian BPJPH menerbitkan dokumen tanda terima kelengkapan pengajuan pendaftaran sertifikat halal pada tanggal 14 Oktober 2020. 

Proses selanjutnya untuk pemeriksaan dan pengujian produk dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dalam hal ini Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Setelah pendaftaran di LPPOM MUI, diajukan secara paralel dengan pendaftaran di BPJPH,” kata Sukoso dalam sambutan saat penyerahan sertifikat halal Covid-19, Rabu (13/1) pagi.

Sukoso mengatakan pada 11 Januari 2021, MUI menetapkan fatwa Nomor 2 Tahun 2021 tentang produk yang dikenal dengan vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciene Co.LTD Cina dan PT Bio Farma (Persero).

Lalu pada 12 Januari 2021 MUI menyampaikan surat ketetapan halal atas produk vaksin Sinovac yang diproduksi pada fasilitas produksi Sinovac Life Sciene Co.LTD di China dan produk vaksin Covid-19 Cov-2 bio yang diproduksi pada fasilitas PT Bio Farma persero. Pada tanggal yang sama, BPJPH menerbitkan sertifikat halal berdasarkan ketetapan halal dari MUI.

“Berdasarkan hal tersebut maka dinyatakan bahwa prosedur penerbitan sertifikat halal Covid-19 telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal,” lanjutnya.

Sponsored

Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma Honesty Basyir mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama atas dukungan yang diberikan dalam proses mengurus sertifikasi halal vaksin Covid-19.

“Kami atas nama Bio Farma dan juga dari Kementerian BUMN berterima kasih atas segala support yang diberikan Kementerian Agama dalam proses pengurusan sertifikasi halal ini,” ucap Honesty.

Berita Lainnya