logo alinea.id logo alinea.id

BPJT minta BPD biayai infrastruktur di daerah

Hingga saat ini pendanaan jalan tol masih didominasi oleh Bank Himpunan Milik Negara (Himbara). 

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Rabu, 20 Mar 2019 20:58 WIB
BPJT minta BPD biayai infrastruktur di daerah

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk aktif membiayai proyek infrastruktur jalan tol di daerahnya. Hingga saat ini pendanaan jalan tol masih didominasi oleh Bank Himpunan Milik Negara (Himbara).

Kepala BPJT Danang Parikesit menjabarkan, big lender atau peminjam terbesar untuk pembiayaan infrastruktur banyak dilakukan oleh Bank Himbara seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Selain Bank Himbara, ada satu bank swasta yang cukup menonjol, yakni BCA. 

Dari catatan BPJT saat ini, untuk membangun infrastruktur, Bank Mandiri telah menganggarkan Rp30,24 miliar, disusul oleh BCA sebesar Rp16,06 miliar. Kemudian, BNI sebesar Rp16,45 triliun, dan BRI telah menggarkan Rp9,69 miliar. 

"Kalau hanya andalkan Bank Himbara saya kira sangat sulit ke depan bisa memenuhi kebutuhan pembiayaan pinjaman untuk infrastruktur," kata Danang.

Selain itu, Danang mendorong agar bank-bank daerah untuk berinvestasi. Seiring berjalannya waktu, sudah mulai ada bank-bank daerah di luar Pulau Jawa yang malah melakukan pembiayaan jalan tol di Pulau Jawa. 

Salah satu contoh bank daerah yang melakukan pembiayaan infrastruktur di luar daerahnya, yaitu Bank Maluku dan Bank Maluku Utara. Menurut Danang, kedua bank tersebut tercatat ikut andil dalam pembiayaan sindikasi membangun jalan tol di Pulau Jawa. Bahkan, ada pula Bank Papua ikut urunan membiayai jalan tol di Jakarta. 

"Jadi itu fenomena, bahwa sebanarnya (proyek infrastruktur tol) memiliki potensi besar secara nasional," ujar dia. 

Padahal, kata Danang, sebenarnya Bank Daerah juga sebaiknya mendukung proyek infrastruktur di daerahnya. 
 

Sponsored