sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jawa penyumbang utama, BPS: Butuh waktu lama ubah struktur ekonomi nasional

Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,57% atau dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74%.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 05 Nov 2018 13:43 WIB
Jawa penyumbang utama, BPS: Butuh waktu lama ubah struktur ekonomi nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2018 sebesar 5,17% secara year on year. Dari angka tersebut, Pulau Jawa masih menjadi jadi penyumbang terbesar bagi perekonomian nasional. 

Kepala BPS Suhariyanto, menjelaskan struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 58,57% atau dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74%.

“Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh Pulau Jawa. Untuk merubah struktur perekonomian ini butuh waktu yang lama,” kata Suhariyanto di Jakarta pada Senin, (5/11). 

Lebih lanjut, kata Suhariyanto, setelah Pulau Jawa kemudian disusul oleh Sumatera yang menyumbang PDB sebesar 21,53%, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,72%. Sementara di Kalimantan menyumbang sebesar 8,07% dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,45%. 

Kemudian Sulawesi menyumbang 6,28% terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7%. Selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara menyumbang 3,04% dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,65%. Serta Maluku dan Papua menyumbang 2,51%, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,87%. 

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2018 mencapai Rp3.835,6 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 yang mencapai Rp2.684,2 triliun. 

Menurut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi yang tumbuh sebesar 5,17% didorong oeh semua lapangan usaha, di mana pertumbuhan tertinggi dicapai pada bidang lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,19%. 

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh semua komponen, di mana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,54%.

Sponsored

“LNPRT menguat karena untuk persiapan kegiatan pemilihan umum Presiden dan Pemilihan Legislatif. Ini yang membuat LNPRT jadi tumbuh tinggi,” ujar Suhariyanto.