sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BPS catat inflasi Februari 2020 sebesar 0,28%

Inflasi tertinggi terjadi untuk kelompok makanan dan minuman (mamin) dan tembakau.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 02 Mar 2020 13:03 WIB
BPS catat inflasi Februari 2020 sebesar 0,28%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada Februari 2020 mencapai 0,28%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Januari yang sebesar 0,39%, dan merosot dibandingkan dengan Februari 2019 yang deflasi 0,08%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Risanti memaparkan inflasi tertinggi terjadi untuk kelompok makanan dan minuman (mamin) dan tembakau.

"Menurut kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok, yang memberikan inflasi paling tinggi itu kelompok mamin dan tembakau," katanya di Jakarta, Senin (2/3).

Kelompok mamin dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,96% dengan inflasi tiap komoditas seperti bawang putih 0,09%, cabai merah 0,06%, daging ayam ras dan jeruk masing-masing 0,02%, serta rokok kretek, rokok putih, beras, dan kentang masing-masing 0,01%.

Selain itu, inflasi Februari juga disumbang oleh kelompok peralatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,41%, serta kelompok kesehatan sebesar 0,34%.

Untuk kelompok perumahan, air listrik dan bahan bakar RT, inflasi tumbuh 0,09% dengan andil 0,02% disebabkan karena kenaikan kontrakan rumah dan kenaikan bahan bakar rumah tangga. 

"Bahan bakar rumah tangga ini terdiri dari beberapa komoditas, minyak tanah, gas elpiji 12kg dan 3kg," ujarnya.

Sementara, kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,37%; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.

Sponsored

Namun, jika dilihat secara tahunan (year on year/yoy) inflasi Februari tumbuh 2,98% dan secara tahun kalender (year to date/ytd) tumbuh 0,66%.

Dilihat per daerah, inflasi tertinggi terjadi di Sintang, Kalimantan Barat sebesar 1,21%. Sementara terendah terjadi di kota Parepare, Sulawesi Barat sebesar 0,02%.

Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,2% dan deflasi terendah terjadi di Padang Sidempuan sebesar 0,01%.

Berita Lainnya