logo alinea.id logo alinea.id

BPS: Defisit perdagangan USS$8,57 M terbesar dalam sejarah Indonesia

Suhariyanto mengatakan defisit ini salah satunya disebabkan defisit neraca migas sebesar US$12,40 miliar. 

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 15 Jan 2019 15:01 WIB
BPS: Defisit perdagangan USS$8,57 M terbesar dalam sejarah Indonesia

Badan Pusat Statistik menyatakan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$8,57 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto mengakui defisit ini terbesar dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Suhariyanto memaparkan defisit neraca perdagangan pada 2012 sebesar US$1,7 miliar, 2013 sebesar US$4 miliar dan pada 2014 sebesar US$2 miliar.

Meski demikian, Suhariyanto mengklaim pihaknya hanya mencatat neraca perdagangan sejak 1975. Sementara, pada 1945 pencatatan data terhenti.

Suhariyanto mengatakan defisit ini salah satunya disebabkan defisit neraca migas sebesar US$12,40 miliar. 

Dari nilai tersebut, defisit minyak mentah sebesar US$4,04 miliar, defisit hasil minyak US$15,94 miliar.

"Jadi perhatian utama itu defisit migas dan terutama disebabkan impor hasil minyak dan minyak mentah, sementara gas masih surplus," kata Suhariyanto.

Suhariyanto juga mengungkapkan defisit terjadi pada Januari sebesar US$756,0 juta, April US$1,62 miliar, Mei US$1,45 miliar. 

Sponsored

Kemudian, Juli US$2,00 miliar, Agustus US$944,2 juta, Oktober US$1,77 miliar, November US$1,99 miliar dan Desember US$1,10 miliar.

Indonesia hanya mengalami surplus sepanjang tahun pada Maret sebesar US$1,12 miliar, Juni sebesar US$1,70 miliar dan September pada US$314,0 juta.

Sementara, Suhariyanto juga membandingkan neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Negara yang mengalami surplus dan dfisit yaitu India surplus US$8,76 miliar, AS surplus US$8,6 miliar, Belanda surplus US$2,6 miliar.  

Sementara, negara yang mengalami defisit yakni Tiongkok defisit US$20,8 miliar, Thailand defisit US$5,1 miliar, dan Australia defisit US$3 miliar.