sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS: Ekspor sektor pertanian pada Okober tumbuh 23,8%

Pertumbuhan ini tak lepas dari kondisi harga komoditas pangan kelapa sawit dan kedelai di pasar internasional.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Selasa, 17 Nov 2020 07:52 WIB
BPS: Ekspor sektor pertanian pada Okober tumbuh 23,8%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Badan Pusat Statustik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian pada Oktober 2020 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar US$0,42 miliar atau tumbuh 1,26% (m to m) jika dibandingkan pada bulan sebelumnya. Kenaikan terjadi karena adanya dukungan mobilitas ekonomi di sejumlah negara yang juga terus membaik. Secara YoY pun, ekspor sektor pertanian tumbuh 23,80%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa pada Badan Pusat Statustik (BPS) Setianto menyampaikan, sejauh ini pangsa ekspor nonmigas terbesar Indonesia masih diduduki oleh 3 negara besar baik di Asia maupun di Amerika. Ketiganya adalah China,  Amereka Serikat dan Jepang.

"Yang jelas, ekapor nonmigas kita menyumbang 95,03 % dari total ekspor Januari-Oktober 2020, dimana 11,38% di antaranya berasal dari sektor pertanian," ujar Sutianto, Senin, (16/11).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis bahwa sektor pertanian tumbuh sebesar 2,15% YoY. Pertumbuhan ini tak lepas dari kondisi harga komoditas pangan kelapa sawit dan kedelai di pasar internasional pada triwulan ke III yang naik secara q to q maupun y on y.

Sponsored

Sutianto mengatakan, BPS juga mencatat adanya surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$3,61 miliar (m to m) pada Oktober 2020. Realisasi tersebut lebih tinggi dari surplus US$2,44 miliar pada September 2020 dan surplus US$161 juta pada Oktober 2019.

Secara total, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 17,07 miliar pada Januari-Oktober 2020. Realisasi ini lebih baik dari defisit US$2,12 miliar pada Januari-Oktober 2019.

"Surplus ini meningkat cukup besar karena ada penurunan impor. Sedangkan penyumbang peningkatan ekspor terdapat pada lemak dan minyak hewan/nabati," tutupnya.

Berita Lainnya