logo alinea.id logo alinea.id

BPS: Ekspor turun 10,8% ke US$12,6 miliar pada April

Penurunan ekspor menyebabkan defisit neraca perdagangan April hingga US$2,5 miliar.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 15 Mei 2019 14:25 WIB
BPS: Ekspor turun 10,8% ke US$12,6 miliar pada April

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia sepanjang April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau mengalami penurunan sebesar 10,80% dibandingkan ekspor Maret 2019. Sementara jika dibandingkan April 2018 atau year on year (yoy) nilainya juga turun hingga 13,10%.

"Penurunan nilai ekspor ini terpengaruh oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 8,68% menjadi US$11,86 miliar dibanding Maret 2019 yang sebesar US$12,98 miliar. Demikian juga dibandingkan ekspor nonmigas April 2018 atau turun 10,98%," ujar Ketua BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Berdasarkan sektor, total penurunan ekspor mencapai US$12,60 miliar atau turun sebesar 10,80% dari Maret 2019 dan sebesar 13,10% dari April 2018. 

Sedangkan dari segi golongan barang HS2 digit, penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada perhiasan atau permata sebesar US$339,2 juta atau turun 54,28%. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$72,4 juta atau naik 15,10%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2019 mencapai US$53,20 miliar atau menurun 9,39% dibandingkan periode yang sama pada 2018. Pada periode yang sama, ekspor nonmigas mencapai US$48,98 miliar atau menurun 8,54%.

"Share ekspor nonmigas terbesar Januari-April 2019 adalah bahan bakar mineral sebesar US$7,58 miliar atau mencakup 15,49% dari total ekspor nonmigas, serta lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$5,44 miliar atau berkontribusi sebesar 11,11% dari total ekspor nonmigas," tutur Suhariyanto.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas April 2019 terbesar adalah ke China, mencapai US$7,27 miliar. Disusul ke Amerika Serikat sebesar US$5,54 miliar, dan Jepang senilai US$4,45. 

Total nilai ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 35,26%. Sementara nilai ekspor ke 28 negara Uni Eropa hanya berkontribusi sebesar 9,78% atau senilai US$4,79 miliar dari total ekspor, dan ASEAN sebesar 22,34% atau setara US$10,94 miliar.

Sponsored

Di samping itu, menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,69 miliar atau 18,21%, diikuti Jawa Timur US$6,14 miliar atau 11,53% dan Kalimantan Timur US$5,55 miliar atau 10,43%.

Impor naik

Ketika ekspor menurun, impor justru naik. BPS mencatat nilai impor Indonesia sepanjang April 2019 mencapai US$15,10 miliar, naik 12,5% dari nilai impor Maret 2019 sebesar US$13,49 miliar. Sementara jika dibandingkan April2018 atau year on year (YoY) nilai impor menurun hingga 6,58%.

"Peningkatan ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan impor nonmigas April 2019 yang mencapai US$12,86 miliar atau naik 46,99% dibanding Maret 2019, namun secara yoy turun 3,99%," ujar Suhariyanto.

Golongan mesin dan peralatan listrik merupakan sektor yang mengalami peningkatan impor nonmigas terbesar sepanjang April 2019, mencapai US$204,2 juta atau naik 14,12% dibandingkan Maret 2019. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada golongan serelia sebesar US$98,7 juta atau turun 25,15% dibanding Maret 2019.

Berdasarkan negara pemasok barang impor nonmigas, tiga negara terbesar selama Januari–April 2019 ditempati oleh China dengan nilai US$14,37 miliar atau setara 29,47%, Jepang US$5,32 miliar atau 10,92%, dan Thailand US$3,21 miliar atau 6,59%. Total persentasi impor ketiga negara tersebut mencapai 49,98% dari total impor nonmigas, sedangkan nilai impor nonmigas dari ASEAN hanya menyumbang 18,88%, sementara Uni Eropa sebesar 8,29%.

"Sedangkan untuk impor migas April 2019 juga mengalami kenaikan hingga 46,99% atau mencapai US$2,24 miliar dibandingkan Maret 2019. Namun apabila dibandingkan April 2018 justru turun dari US$2,33 miliar," kata Suhariyanto.

Demikian pula dengan nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–April 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,87%, 7,08%, dan 5,39%.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA APRIL 2019 . Nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen . Ekspor nonmigas April 2019 mencapai US$11,86 miliar, turun 8,68 persen dibanding Maret 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas April 2018, turun 10,98 persen . Nilai impor Indonesia April 2019 mencapai US$15,10 miliar atau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019, namun bila dibandingkan April 2018 turun 6,58 persen . Impor nonmigas April 2019 mencapai US$12,86 miliar atau naik 7,82 persen dibanding Maret 2019, namun turun 7,02 persen jika dibanding April 2018 . Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini: https://laci.bps.go.id/s/Bbhi6XfWWDnmi4c #rilisbps #GerakanCintaData

A post shared by Badan Pusat Statistik (@bps_statistics) on