sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS: Nilai Tukar Petani naik tipis menjadi 102,86

Kenaikan NTP terlihat berdasarkan pemantauan terhadap harga-harga pedesaan di 34 provinsi di Indonesia pada November 2020.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 01 Des 2020 19:42 WIB
BPS: Nilai Tukar Petani naik tipis menjadi 102,86
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada November naik 0,6% dibandingkan Oktober 2020, yaitu dari 102,25 menjadi 102,86. Hal itu terlihat berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap harga-harga pedesaan di 34 provinsi di Indonesia pada November 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto menuturkan, kenaikan NTP nasional tersebut disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1%, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,40%. 

"Kenaikan NTP pada November 2020 disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal," kata Setianto, dalam konferensi pers virtual, Selasa, (1/12).

Dia memaparkan, kenaikan NTP November 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP subsektor tanaman hortikultura sebesar 1,85%, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,25%, dan subsektor peternakan sebesar 0,58%. 

Untuk NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,54% dan subsektor perikanan sebesar 0,03%. 

BPS mencatat pada November 2020 NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi yaitu 3%, dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan terbesar yaitu 0,59% dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Sementara itu, terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) di Indonesia pada November 2020 sebesar 0,51% yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.

Menurut Setianto, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) nasional November 2020 tercatat sebesar 103,28 atau naik 0,84% dibanding NTUP bulan sebelumnya. NTUP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima oleh petani (It) dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).

Sponsored
Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB