sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS: Penurunan ekspor Mei terendah sejak 2016, Impor terendah sejak 2009

Penurunan komponen ekspor dan impor pada Mei 2020 tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang mengganggu permintaan dan penawaran barang.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 15 Jun 2020 13:21 WIB
BPS: Penurunan ekspor Mei terendah sejak 2016, Impor terendah sejak 2009
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor dan impor pada Mei 2020 mengalami penurunan yang sangat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mei ini ekspor tercatat US$10,53 miliar atau turun curam 28,95% dibandingkan 2019 yang mencapai US$14,85 miliar.

Sedangkan, impor pada Mei 2020 tercatat sebesar US$8,4 miliar atau anjlok sebesar 42,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$146 miliar. Bahkan dibandingkan April 2020 turun 32,6% yang mencapai US$12,53 miliar.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekspor pada Mei ini, merupakan yang terendah sejak Juli 2016 dan dari sisi impor terendah sejak 2009.

"Ekspor kita pada Mei 2020 ini sebesar US$10,53 miliar. Kalau kita lihat ke belakang, pernah terjadi ekspor yang rendah pada Juli 2016, yaitu US$9,6 miliar. Kemudian impor kalau kita lacak ke belakang terendah pada 2009," katanya dalam konferensi video, Senin (15/6).

Penurunan komponen ekspor dan impor pada Mei 2020 tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang mengganggu permintaan dan penawaran barang sejumlah negara.

"Berbagai negara pasti mengalami kontraksi ekonomi karena adanya pembatasan sosial dan kemudian adanya pelemahan daya beli serta ada juga berbagai masalah lain," ujarnya.

Hal ini terlihat dari penurunan ekspor nonmigas Mei ke sejumlah negara tujuan utama, seperti Singapura yang anjlok 41,76% dari US$804 juta pada April ke US$468 juta di Mei 2020.

Lalu, untuk negara Jepang yang turun 20,67% dari US$1,04 miliar di April 2020 ke US$827 juta di Mei 2020 dan juga ke Amerika Serikat yang turun 15,93% dari US$1,29 miliar di April ke US$1,09 miliar di Mei 2020.

Sponsored

Sementara itu, untuk impor yang mengalami penurunan berasal dari negara seperti China turun sebesar 37,68% dari US$3,74 miliar April ke US$2,33 miliar di Mei. Penurunan impor juga terjadi untuk negara Jepang 55,46% dari US$1,21 miliar pada April menjadi US$540 juta di Mei, serta Thailand yang turun 47,24% dari US$680 juta di April ke US$358 juta di Mei 2020.

"Dengan demikian total nilai impor nonmigas dari tiga belas negara selama Mei 2020 sebesar US$5,99 miliar atau turun 35,42% dibanding April 2020 yang sebesar US$9,28 miliar," ucapnya.

Berita Lainnya