sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS prediksi coronavirus pengaruhi jumlah kunjungan wisman

BPS menyatakan larangan penerbangan dari dan ke China akan menghambat laju kunjungan wisman.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 03 Feb 2020 13:35 WIB
BPS prediksi coronavirus pengaruhi jumlah kunjungan wisman

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi larangan penerbangan dari dan ke China akibat coronavirus akan berdampak kepada kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan China masih menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar bagi Indonesia. Sepanjang 2019 saja kunjungan wisman Tiongkok mencapai 2.000.000 orang atau sebesar 11,2%.

"Kalau kita lihat ada larangan dari pemerintah China untuk berkunjung ke sini dan sebaliknya tentu akan berpengaruh. Persentase turis China itu ada 11,2%, ini catatan bulan Desember," katanya di kantornya, Jakarta, Senin (3/2).

Dari data BPS, kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari-Desember 2019 mencapai 16,11 juta kunjungan. Dari jumlah kunjungan tersebut, sebesar 12% merupakan wisman asal China.

"Sebesar 12% dari 16 juta itu adalah seperdelapannya atau 2 juta. Jadi pasti nanti akan berpengaruh ke kunjungan wisman," ujarnya.

Sementara itu, kunjungan wisman pada Desember 2019 mengalami penurunan 2,03% dibanding jumlah kunjungan pada Desember 2018 yang tumbuh 1,41 juta. Namun, sepanjang tahun 2019 terjadi kenaikan kunjungan wisman 1,88% dibandingkan 2018 yang hanya tumbuh 15,81 juta.

Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 9,83 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 4,16 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 2,11 
juta kunjungan.

BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar 1,62% dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan kunjungan wisman tersebut terjadi sekurangnya di sembilan pintu masuk udara dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh yang mencapai 205,10%, lalu Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat naik 74,52%, dan Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah naik 36,11%.

Sponsored

Di sisi lain, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39% atau turun 0,36 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2018 yang tercatat sebesar 59,75%. 

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2019 tercatat sebesar 1,76 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,01 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2018.

Sementara menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia pada Desember 2019 paling banyak berasal dari Malaysia sebanyak 239,8 ribu kunjungan atau 17,41%, diikuti Singapura 207,3 ribu kunjungan atau 15,05%, dan Tiongkok 154,2 ribu kunjungan 11,20%.

 

Berita Lainnya

Penampakan Redmi K50 terkuak

Selasa, 27 Jul 2021 11:14 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB