sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BRI cari pertumbuhan baru di segmen UMKM

BRI berkomitmen tetap meneruskan penyaluran kredit dan pemberdayaan UMKM hingga mencapai 85% ke depannya.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 19 Jan 2021 16:03 WIB
BRI cari pertumbuhan baru di segmen UMKM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen BRI dalam pengembangan UMKM, terlihat dari besarnya rasio pembiayaan yang disalurkan perusahaan untuk sektor ini, dan rasionya ditargetkan akan terus bertambah ke depannya.

Hingga kuartal III-2020, tercatat 80,65% alokasi kredit BRI disalurkan kepada debitur UMKM. Capaian ini lebih cepat terwujud dibanding target awal perusahaan yang memproyeksikan penyaluran pembiayaan hingga 80% pada 2022.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, setelah target tersebut tercapai, BRI berkomitmen tetap meneruskan penyaluran kredit dan pemberdayaan UMKM hingga mencapai 85% ke depannya.

“Tantangannya adalah mencari sumber pertumbuhan baru. Strateginya kami akan mencari di dua area. Pertama, nasabah yang eksisting kami naik kelas kan," kata Sunarso dalam keterangan resminya, Selasa (19/1).

Strategi kedua, lanjut dia, pihaknya akan mencari sumber baru, dengan mencari kelompok debitur yang lebih kecil daripada mikro.

"Maka kami go smaller, kecil-kecil, tetapi harus banyak,” ujarnya.

Untuk memperbesar dukungan dan pemberdayaan bagi UMKM dan pelaku usaha ultra mikro, Sunarso mengatakan BRI akan semakin mendorong digitalisasi proses penyaluran pembiayaan. Menurutnya melalui digitalisasi, pelayanan keuangan secara cepat dan berbiaya rendah bisa dilakukan BRI.

Selain itu, BRI juga fokus menjalankan berbagai program pelatihan dan edukasi agar para nasabah UMKM memiliki semangat wirausaha yang tinggi, paham mengenai administrasi dan manajerial usaha, serta terbuka aksesnya untuk menggunakan teknologi dan menjangkau pasar, informasi, serta modal yang lebih luas.

Sponsored

“Inovasi digital itu sangat penting, karena tidak mungkin kita menangani yang kecil kecil itu secara manual, malah nanti inefisiensi," ucapnya.

Dalam melakukan digitalisasi layanan demi menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan Ultra Mikro yang belum terlayani perbankan, BRI tidak hanya fokus untuk mempercepat proses kredit semata. BRI juga melakukan digitalisasi proses transaksi dan penerapan sistem cashless agar perputaran uang di masyarakat bisa terjadi lebih cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kuncinya adalah kita integrasi data dulu. Maka kalau data mikro, ultra mikro, dan lain lain sudah terintegrasi, layanan kepada masyarakat itu akan cepat,” tutur dia.

Berita Lainnya