logo alinea.id logo alinea.id

BRI cetak laba Rp16,16 triliun di semester I-2019

Laba bersih BRI tumbuh melambat karena kinerja anak perusahaan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 14 Agst 2019 12:50 WIB
BRI cetak laba Rp16,16 triliun di semester I-2019

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencetak laba sebesar Rp16,16 triliun pada semester I-2019. Laba ini tumbuh 8,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,94 triliun.

Aset BRI pun mengalami peningkatan mencapai Rp1,288 triliun atau tumbuh 11,70% dari tahun lalu.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan laba BRI sepanjang semester I-2019 tumbuh melambat karena terbebani kinerja anak perusahaan yang baru diakuisisi pada 2018.

"Namun kita yakin, kita sedang berusaha untuk membenahi, bersih-bersih, jadi tak ada beban lagi tahun depan," kata Suprajarto di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (14/8). 

Suprajarto melanjutkan, segmen penyaluran kredit ke Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perseroan mencapai kinerja positif dan berkelanjutan.

"Penyaluran kredit didominasi ke segmen UMKM sebesar 76,72% atau senilai Rp681,50 triliun pada semester I-2019. Penyaluran kredit UMKM ini tercatat tumbuh 13% year on year (yoy)," tutur Suprajarto. 

Sampai pertengahan tahun 2019, lanjut Suprajarto, Bank BRI membiayai 1,1 juta pelaku UMKM. Sekitar 65% dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro. 

Sementara, hingga akhir Juni 2019, Bank BRI menyalurkan kredit senilai Rp888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84% dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp794,30 triliun.

Sponsored

Suprajarto mengatakan secara konsisten perseroan akan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi. BRI pun menargetkan di tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80% dari total portofolio kredit BRI.

Sementara, untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga akhir Juni 2019 tercatat BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur.

“Ini setara dengan 57,8% dari target breakdown yang diberikan Pemerintah kepada BRI di tahun 2019 sebesar Rp86,97 Triliun,” kata Suprajarto. 

Kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), perseroan mampu menghimpun DPK sebesar Rp945,05 triliun atau tumbuh 12,78%. Proporsi DPK BRI masih didominasi oleh dana murah (CASA) berupa tabungan dan giro dengan komposisi mencapai 57,35%.