sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BTN dapat tambahan FLPP untuk 1.240 unit rumah

Dana tersebut diberikan melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 25 Jun 2020 10:44 WIB
BTN dapat tambahan FLPP untuk 1.240 unit rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan tambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank BTN untuk 1.240 unit. 

Dana tersebut diberikan melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dan akan digunakan perseroan untuk mendukung pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.  

“Kami mengapresiasi keputusan PPDPP atas penambahan kuota yang diberikan kepada BTN sebagai bank pelaksana dan BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR," kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Kamis (25/6).

Dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional di era new normal. Penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi bank pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan. 

"Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang ditetapkan PPDPP.  Adapun per 31 Mei 2020,  perseroan sukses merealisasikan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp 4,7 triliun," ujarnya.

Pahala optimistis, bank yang telah berpengalaman hampir 44 tahun menyalurkan KPR tersebut, akan dapat mencapai target penyaluran KPR Subsidi tahun ini. Baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema subsidi selisih bunga maupun subsidi bantuan uang muka (SBUM).

“Pandemi covid memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah, namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi," ucapnya.

Di samping itu, harga jual rumah yang terus naik setiap tahunnya akan menjadi salah satu pertimbangan masyarakat khususnya MBR untuk segera memiliki rumah. Fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR pun dinilai akan menjadi stimulus dalam memenuhi kebutuhan rumah pada saat ini.

Sponsored

Kinerja KPR Subsidi dari Bank dengan kode saham BBTN ini masih tumbuh positif. Berdasarkan catatan, posisi penyaluran KPR subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95% menjadi sebesar Rp102,94 triliun dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp95,434 triliun.  

Pahala optimistis tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi perseroan yang tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar  Rp103,49 triliun.

Berita Lainnya