logo alinea.id logo alinea.id

BTN kesulitan kucurkan KPR nonsubsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) mencatat penyaluran KPR nonsubsidi atau komersial hingga Agustus masih jauh dari target 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 13 Sep 2019 13:05 WIB
BTN kesulitan kucurkan KPR nonsubsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) menyatakan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi melambat sepanjang tahun ini. Senior Executive Vice President Bank BTN Suryanti Agustinar mengatakan BTN akan terus menggenjot penyaluran kredit perumahan non-subsidi ini agar target perusahaan bisa tercapai.

"Secara year-on-year (YoY) kita tumbuh di atas 12%, tapi terus terang melambat dan di semester kedua paling terasa di Agustus-Juli. Kami berharap setelah September-Oktober bisa naik lagi," kata Suryanti di Menara BTN, Jakarta, Kamis (12/9).

Dengan demikian, lanjut Suryanti, BTN akan menggandeng sejumlah pengembang untuk menggenjot pembiayaan KPR non-subsidi di semester II-2019. Selama ini, lanjut Suryanti, kontribusi terbesar pertumbuhan pembiayaan KPR memang ditopang dari KPR subsidi. 

Suryanti menjelaskan per Agustus 2019, BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR non-subsidi hingga Rp8 triliun. Sementara hingga akhir tahun ini, BTN menargetkan penyaluran pembiayaan KPR non-sibsidi sebesar Rp19 triliun.

Kendati sisa target pembiayaan hingga akhir tahun ini terbilang masih besar, Suryanti optimis target tersebut bisa tercapai. Sebab, jika melihat tren, tutur Suryanti, masyarakat akan lebih banyak melakukan pembelian di kuartal IV. 

"Konsumen biasanya khawatir suku bunga dan harga rumah naik. Jadi kami masih tetap optimis," kata Suryanti. 

Menurut Suryanti, kesulitan yang dialami perbankan untuk menyalurkan KPR non-subsidi atau komersial ini karena kebanyakan konsumen lebih memburu rumah dengan harga di bawah Rp500 juta, dan untuk apartemen maksimal di harga Rp700 juta. Sedangkan hunian di atas harga tersebut akan susah dijual.

Untuk itu, dalam memilih rekanan, BTN cenderung mencari pengembang dengan jumlah unit banyak serta harga terjangkau. Sementara ini, BTN telah bekerja sama dengan beberapa pengembang untuk yang memiliki produk hunian dengan harga terjangkau seperti Waskita Karya Realty, PT PP, Perumnas, Gapura Prima, dan Saphire Group. 

Sponsored

"Developer-developer ini memang secara produk memiliki banyak unit, jadi dampaknya bisa berasa di kita, secara harga juga masih masuk akal. Kita cari market yg harganya Rp500 jutaan," ujar Suryanti.