sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BTN salurkan KPR subsidi Rp17,15 triliun

BTN menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi untuk 297.044 unit dengan nilai Rp17,15 triliun sepanjang semester I/2018.

Sukirno Eka Setiyaningsih
Sukirno | Eka Setiyaningsih Kamis, 19 Jul 2018 02:15 WIB
BTN salurkan KPR subsidi Rp17,15 triliun

BTN menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi untuk 297.044 unit dengan nilai Rp17,15 triliun sepanjang semester I/2018.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., mencatat telah menyalurkan KPR subsidi dan non subsidi untuk  423.303 unit dengan nilai Rp28,4 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini.

Direktur Utama BTN Maryono dalam paparan publik menyatakan, dari keseluruhan KPR, sebanyak 307.360 unit di antaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan.

BTN mengucurkan KPR bersubsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan bantuan uang muka untuk paruh pertama tahun ini dan pada semester II-2018 akan mengalirkan kredit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Dengan adanya FLPP tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program satu juta rumah," kata Maryono, Rabu (18/7).

Dia optimistis BTN mampu mencapai target pertumbuhan kredit di atas 20% sampai dengan akhir 2018. Keyakinan ini disebabkan sejumlah faktor antara lain, kebijakan terbaru Bank Indonesia dalam bentuk relaksasi Loan to Value (LTV) sektor perumahan.

"Kebijakan BI tersebut patut diapresiasi selain memudahkan masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan, kebijakan ini juga akan memberikan daya dorong bagi BTN untuk dapat lebih agresif dalam menyalurkan kredit perumahan, baik dalam bentuk KPR maupun kredit kepada pengembang," kata Maryono.

Penyaluran KPR memiliki porsi 73,5% dari total kredit emiten bersandi saham BBTN tersebut. Kredit perumahan menjadi penggerak utama penyaluran dana yang tumbuh 19,76% yoy menjadi Rp191,3 triliun.

Sponsored

Secara keseluruhan, fungsi intermediasi yang dijalankan oleh BTN mencapai Rp211,35 triliun pada semester I/2018. Angka tersebut naik 19,14% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp177,4 triliun.

KPR subsidi tumbuh paling tinggi atau sebesar 30,26% yoy menjadi Rp83,36 triliun, sementara KPR non-subsidi tumbuh 13,4% yoy. BTN juga menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47% dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR subsidi sebesar 94,12%.

Pada sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan bahwa BTN telah mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,03% yoy atau sebesar Rp27,60 triliun yang mengalir untuk para pengembang perumahan.

Untuk kredit non-perumahan, BTN merealisasikan pertumbuhan kredit sebesar 13,49% yoy menjadi Rp20,05 triliun dengan kontribusi terbesar dari kredit komersial sebesar Rp15,49 triliun sedangkan kredit konsumer Rp4,5 triliun per Juni 2018.

"Semester kedua kami akan terus menggenjot kredit perumahan untuk mengejar target kredit kami tahun ini yang diharapkan dapat tumbuh di atas 20%," kata Maryono.

Untuk menjaga laju pertumbuhan kredit, BTN terus memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada semester I/2018, DPK BTN menembus Rp189,63 triliun atau naik 19,17% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada struktur pendanaan giro dan tabungan masing-masing mencapai Rp48,63 triliun dan Rp39,46 triliun dengan pertumbuhan masing-masing 16,55% yoy dan 19,44% yoy.

Laba BTN

Saat bersamaan, bank pelat merah itu meraup laba bersih senilai Rp1,42 triliun, tumbuh 12,01% yoy. Maryono menyebut kenaikan laba didorong oleh tumbuhnya pendapatan bunga bersih yang naik 12,98% menjadi Rp4,77 triliun.

Maryono yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) menuturkan, laju pertumbuhan kredit yang tinggi diimbangi oleh kualitas kredit yang turut membaik dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross menjadi 2,78% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,23%.

NPL gross terendah tercatat pada segmen kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi sebesar 1,21%. Angka tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi pada semester I/2017 sebesar 1,66%. 

"Kondisi NPL net juga mengalami penurunan menjadi 1,8% dari 2,24% pada semester I/2017," kata dia.

Aset Bank BTN juga tumbuh 19,63% yoy jika dibandingkan dengan semester I/2017 menjadi sebesar Rp268,04 triliun.

Sumber: Antara

Berita Lainnya