sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bulog jamin beras aman, masyarakat diminta tidak panik

Bulog akan menyerap sekitar 1,7 juta ton beras pada musim panen di April mendatang.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 03 Mar 2020 11:29 WIB
Bulog jamin beras aman, masyarakat diminta tidak panik

Pemerintah melalui Perum Bulog menjamin stok beras tetap aman seiring adanya panik belanja di tengah-tengah masyarakat menyusul kabar dua warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif coronavirus.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan masyarakat tidak perlu menimbun beras dan bahan pokok lainnya. Sebab, Bulog bersama BUMN lainnya yang bergerak di bidang pangan sudah siap mengantisipasi apabila ada kelangkaan.

"Walaupun sudah diumumkan oleh Menteri Kesehatan ada kasus coronavirus, tapi tidak usah panik dan tidak usah khawatir soal bahan makanan. Tidak usah terus kita menimbun, tidak ada gunanya ya. Sekarang juga Bulog sudah mengantisipasi itu bersama BUMN pangan," kata Budi Waseso di Gudang Bulog Gedebage, Kota Bandung, Selasa (3/3).

Selain itu, menurut Budi, Bulog terus menjamin stok beras karena akan menyerap kembali hasil panen dalam waktu dekat. Dia mengatakan pada April mendatang, sejumlah wilayah Indonesia akan panen beras.

Menurut dia saat April nanti, Bulog akan menyerap sekitar 1,7 juta ton beras. Sehingga apabila dalam dua bulan ke belakang ini Bulog dapat menghabiskan sekitar 500.000 ton beras, maka dia menjamin stok akan terus aman.

"Sekarang 1,7 juta ton ya berarti kalau dua bulan ke belakang ini kita bisa menghabiskan 500.000 ton laku, sisa kita tinggal 1,2 juta ton. Maka kita akan menyerap 1,7 juta ya berarti sudah hampir 3 juta ton," kata Budi.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog Jawa Barat Benhur Ngkaimi mengatakan saat ini Bulog Jawa Barat memiliki stok beras sebanyak 216.000 ton.

Menurut dia, angka tersebut akan menjamin stok beras tetap aman hingga tahun depan. Karena, kata dia, kebutuhan beras di Jawa Barat dalam satu tahun hanya sekitar 100.000 ton.

Sponsored

"Sehingga kalau 216.000 ton, artinya CBP (Cadangan Beras Pemerintah) masih lebih untuk tahun 2020," kata Benhur. (Ant)

Berita Lainnya