sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bulog serap 1,2 juta ton beras petani untuk stok hingga Lebaran

Saat ini stok beras yang dimiliki sebanyak 1,5 juta ton untuk hadapi Covid-19 serta Ramadan dan Idulfitri.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 18 Mar 2020 12:47 WIB
Bulog serap 1,2 juta ton beras petani untuk stok hingga Lebaran

Perum Bulog menargetkan dapat menyerap produksi petani setara 1,2 juta ton beras pada panen raya Maret hingga akhir April guna menjamin stok konsumsi beras aman sampai Lebaran pada Mei 2020.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menjelaskan saat ini stok beras yang dimiliki sebanyak 1,5 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersebar di seluruh wilayah gudang Bulog. Dengan target penyerapan beras hingga April, stok beras Bulog diperkirakan menjadi 2,7 juta ton.

"Sampai puasa dan Lebaran pun kami yakinkan aman, apalagi sampai akhir tahun kalau kami bisa menyerap di Maret-April nanti, saya yakinkan stok Bulog untuk beras aman," kata Tri saat menggelar Operasi Pasar di Kramat Jati Jakarta, Rabu (18/3).

Dengan jumlah stok beras yang cukup besar sebanyak 1,5 juta ton, Bulog memastikan pihaknya mampu mengatasi kebutuhan lonjakan harga yang tak terduga akibat pandemi coronavirus (Covid-19) maupun menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebutuhan pangan sampai dengan mulainya musim panen raya nanti.

Tri pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir atau dengan memborong beras di luar kebutuhan. Hal itu karena Bulog menjamin stok tidak hanya di DKI Jakarta saja, tetapi juga sampai wilayah terluar, seperti Wamena dan Puncak Jaya, Papua.

Guna mengantisipasi lonjakan harga, Bulog juga melakukan operasi pasar dengan menggelontorkan pasokan sejumlah bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu di lima pasar DKI Jakarta.

Operasi pasar ini dilakukan secara serentak di lima pasar DKI Jakarta, yakni Pasar Kramat Jati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Mampang, Pasar Koja dan Pasar Tomang Barat. Bulog menyatakan bahwa kegiatan operasi pasar akan dilakukan di pasar lainnya secara bergantian.

Dalam operasi pasar tersebut, Bulog tidak membatasi jumlah pembelian bahan pokok, kecuali untuk gula. Setiap konsumen dibatasi hanya bisa membeli 2 kilogram gula pasir.

Sponsored

"Tidak ada (pembatasan), sebebas mungkin kecuali gula. Saat ini pasokan masih dalam perjalanan. Hari ini per konsumen (dibatasi) 2 kg setiap pembelian," kata Tri.

Tetap impor 

Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, menyebarnya wabah covid-19 mengatakan pemerintah tetap harus merealisasikan impor beras untuk me mencegah kelangkaan ketersediaan beras dan kenaikan harga di pasar.

"Hal tersebut bukan hanya untuk persiapan menghadapi Covid-19, namun permintaan yang melonjak jelang Ramdan dan Idulfitri," kata dia.

Galuh Octania mengatakan menyebarnya wabah covid-19 di Indonesia tidak hanya dapat berimbas pada ekonomi secara keseluruhan tapi juga pada komoditas pangan pokok, salah satunya beras. Sehingga, ketersediaan beras merupakan hal yang harus dijamin oleh pemerintah. 

Dipantau melalui hargapangan.id, harga beras kualitas super II per 17 Maret 2020 berada di angka Rp12.700/kilogram. Harga yang cukup stabil untuk saat ini perlu diantisipasi kenaikannya. Terlebih lagi, bukan hanya penyebaran covid-19 yang menyebabkan ketersediaan beras menjadi sangat penting, stabilitas harga juga perlu diperlukan menjelang datangnya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. 

“Pemerintah perlu belajar dari apa yang terjadi pada gula, bawang putih dan bawang bombai. Pemerintah cenderung terlambat melakukan impor pada ketiga komoditas tersebut. Akibatnya ketersediaan di pasar tidak mampu memenuhi permintaan dan konsumen harus membayar sangat mahal. Tindakan antisipasi juga diperlukan supaya impor beras tidak berbarengan dengan masa panen raya,” ujar Galuh. (Ant)

Berita Lainnya