sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bursa Asia menguat, IHSG ikut terkerek

Rilis data manufaktur China yang lebih tinggi dari estimasi memberikan sentimen positif bagi pasar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 30 Jun 2020 16:54 WIB
Bursa Asia menguat, IHSG ikut terkerek
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 78572
Dirawat 37226
Meninggal 3710
Sembuh 37636

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,07% ke level 4.905 pada penutupan Selasa (30/6). Investor asing tercatat melakukan penjualan sebesar Rp489 miliar di seluruh pasar.

Tercatat sebanyak 8,2 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,9 triliun. Sektor agrikultur yang naik 1,23% dan sektor industri dasar yang naik 1,13% menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini.

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia juga ditutup menguat. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan pelaku pasar saham Asia kali ini fokus pada rilis data manufaktur dan nonmanufaktur China yang lebih tinggi dari estimasi. Hal tersebut dinilai menjadi pemicu penguatan bursa saham Asia kali ini.

Selain itu, pelaku pasar juga fokus pada strategi Korea Selatan yang saat ini akan menyiapkan dana mata uang asing kepada perusahaan keuangan lokal, melalui perjanjian pembelian kembali. Hal ini dilakukan untuk mencegah kekurangan likuiditas dari berkembangnya risiko sistemik pandemi Covid-19.

Sponsored

Sementara sentimen dari dalam negeri, pelaku pasar saat ini masih menunggu dan memastikan data fundamental Indonesia mampu memberikan gambaran jelas mengenai perekonomian dalam negeri. Rencananya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi dan indeks manufaktur PMI pada hari Rabu (1/7).

"Hal tersebut tentunya cukup ditunggu oleh investor, di mana investor perlu melakukan kalkulasi terhadap dampak pelonggaran kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sepanjang bulan Juni 2020," ujar Nico.

Berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh tradingeconomics, data manufaktur PMI Indonesia bulan Juni diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan pada bulan Mei. Hal tersebut dinilai mampu menjadi pelatuk positif bagi pergerakan indeks saham.

Berita Lainnya