sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cadangan devisa Maret 2020 turun ke US$121 miliar

Cadangan devisa Indonesia turun karena upaya stabilisasi pasar keuangan yang tertekan Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 07 Apr 2020 13:35 WIB
Cadangan devisa Maret 2020 turun ke US$121 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa nasional pada Maret 2020 mencapai US$121 miliar atau turun dari bulan sebelumnya US$130,4 miliar.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar US$121,0 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).

Onny pun menuturkan cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor. 

Dia menjelaskan, turunnya cadangan devisa nasional pada Maret ini karena digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan juga untuk menginjeksi pasar keuangan dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah kondisi extraordinary karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19," ucapnya.

Namun demikian, Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Di samping itu, BI terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah fluktuasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih berlangsung. Upaya stabilisasi tersebut yakni membeli surat berharga negara (SBN) yang lepas asing dan menginjeksi rupiah di pasar spot.

"Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020," ucapnya.

Sponsored

Di sisi lain, Onny menyatakan nilai tukar rupiah saat ini relatif memadai dan secara fundamental “undervalued”, dan diperkirakan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per dolar AS di akhir tahun 2020. 

"Selain itu, Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," tuturnya.

Berita Lainnya