logo alinea.id logo alinea.id

Cadangan devisa tertinggi sejak Juni capai US$120,7 miliar

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa pada akhir Desember 2018 mencapai US$120,7 miliar, tertinggi sejak Juni 2018.

Sukirno
Sukirno Selasa, 08 Jan 2019 04:06 WIB
Cadangan devisa tertinggi sejak Juni capai US$120,7 miliar

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa pada akhir Desember 2018 mencapai US$120,7 miliar, tertinggi sejak Juni 2018.

Dalam sebulan, devisa bertambah US$3,5 miliar setara Rp49 triliun (kurs Rp14.000 per dollar Amerika Serikat). Tren kenaikan devisa telah terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Penambahan cadangan devisa tercatat telah mencapai US$5,9 miliar setara Rp82,6 triliun sejak Oktober 2018. Rebound terjadi setelah Cadev pada September menyentuh level US$114,8 miliar. 

Kendati demikian, jika dihitung sejak awal tahun 2018, Cadev melorot US$11,28 miliar. Posisi Cadev pada Januari 2018 tercatat mencapai US$131,98 miliar.

Direktur Eksekutif BI Agusman menuturkan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2018 terus meningkat menjadi US$120,7 miliar. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan US$117,2 miliar pada akhir November 2018. 

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (8/1).

Bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dia menjelaskan, peningkatan cadangan devisa pada Desember 2018 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas, penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. 

Sponsored

Ke depan, kata dia, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

Transaksi investor asing di PT Bursa Efek Indonesia, Senin (7/1)./ Sumber: BEI

Kinerja rupiah

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ditutup terapresiasi 180 poin ke level Rp14.090 per dollar AS. 

Kurs tengah BI pada Senin (7/1), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.105 dibandingkan dengan sebelumnya (4/1) di posisi Rp14.350 per dollar AS.

Dari pasar spot dikutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melejit 187,5 poin sebesar 1,31% ke level Rp14.082,5 per dollar AS dari sebelumnya Rp14.270 per dollar AS. 

Nilai tukar rupiah dalam 52 pekan terakhir memang bergerak fluktuatif dengan rentang Rp13.263-Rp15.284 per dollar AS.

Apresiasi rupiah berimbas ke pasar modal. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ditutup menguat 0,2% sebesar 12,68 poin ke level 6.287,22.

Transaksi di PT Bursa Efek Indonesia mencapai 12,05 miliar lembar dengan nilai Rp8,65 triliun. Pekan pertama tahun ini, IHSG tumbuh positif sebesar 1,5% year-to-date (ytd).

Gerak IHSG didukung oleh masuknya dana dari investor asing dengan capaian net buy senilai Rp398,6 miliar. Sejak awal tahun, investor asing telah membukukan net buy Rp1,18 triliun.