sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

CAR bank di Indonesia diklaim paling kuat di ASEAN

Car bank di Indonesia mencapai 22% lebih tinggi dibandingkan bank yang ada di ASEAN.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 19 Mei 2020 16:28 WIB
CAR bank di Indonesia diklaim paling kuat di ASEAN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17204
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Dalam kondisi melemahnya ekonomi tanah air, likuiditas perbankan dikhawatirkan terganggu. Sebab arus uang yang masuk ke bank terhambat dengan sulitnya nasabah membayar cicilan mereka. 

Bank pun dikhawatirkan mengalami tekanan likuiditas akibat terganggunya sektor riil. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan restrukturisasi kredit bagi debitur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung dunia usaha, dampaknya pada cash flow yang masuk ke Bank.

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara pun memastikan likuditas perbankan di Indonesia masih cukup berlimpah. Bahkan masih lebih baik dibandingkan negara lainnya di kawasan ASEAN.

"Kondisi likuiditas ample (cukup) sebenarnya karena Bank Indonesia (BI) juga terus setor likuiditas ke sistem keuangan," katanya dalam video conference, Selasa (19/5).

Ketahanan likuiditas perbankan di Indonesia lanjutnya, terlihat dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang berada di level 22% hingga 23%, lebih tinggi dibanding negara lain.

Dia memaparkan, negara sekawasan seperti: Singapura CAR banknya berada di level 14%, sedangkan Thailand hanya 16%, dan Filipina berada di level 14%. Atas indikator tersebut,  mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menilai industri perbankan likuiditasnya relatif lebih kuat dibandingkan bank negara lain.

"Terkait pemodalan bank atau CAR, bank di Indonesia paling tinggi se ASEAN di level 22%-23%. Artinya walau non performing loan (NPL) meningkat dan laba bank turun, tapi dengan pemodalan bank di Indonesia di atas 20% relatif lebih kuat dibandingkan bank di regional," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) risiko kredit bermasalah atau NPL pada kuartal pertama tahun ini terus mengalami peningkatan. Pada Januari 2020 tingkat NPL tercatat hanya tumbuh 2,59%.

Sponsored

Namun, pada Februari 2020 mulai meningkat 20 basis poin (bps) menjadi 2,79%, dan turun tipis 2bps di Maret 2020 menjadi 2,77%. 

Sedangkan capital adequacy ratio (CAR) terus mengalami penurunan dari bulan ke bulan, meski masih di atas 20%. Pada Januari 2020 misalnya OJK mencatat CAR berada di level 22,84%, Februari turun ke level 22,33%, dan Maret hanya tersisa 21,77%.

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya