sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Garuda Indonesia catat laba bersih Rp97,72 miliar

Untuk dapat bertahan di tengah situasi new normal, Garuda menyiapkan sejumlah langkah agar kinerja perusahaan terus membaik.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 05 Jun 2020 21:05 WIB
Garuda Indonesia catat laba bersih Rp97,72 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatat laba bersih sebesar US$6,98 juta atau Rp97,72 miliar (kurs Rp14.000) di sepanjang tahun 2019. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (5/6).

Laba bersih perusahaan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59% dari pencapaian 2018 yaitu menjadi US$4,57 miliar. Pada 2019, Garuda juga berhasil mencatatkan perolehan positif pada laba usaha dengan nilai sebesar US$147,01 juta.

"Capaian ini dapat diraih melalui strategi quick wins priority yang dijalankan perusahaan, yaitu melalui penguatan budaya perusahaan berbasis people, process and technology, strategi peningkatan pendapatan, serta peninjauan atas struktur biaya perusahaan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).

Untuk dapat bertahan di tengah situasi new normal, Garuda menyiapkan sejumlah langkah agar kinerja perusahaan terus membaik. Dia menyebut, kunci utama dalam menghadapi era ini adalah adalah menjaga kesinambungan bisnis perusahaan dengan tren supply and demand di era new normal

“Efisiensi menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi era new normal ini. Mindset bisnis penerbangan juga harus terus berevolusi menyelaraskan dengan realitas kondisi yang ada," ujarnya.

Irfan menuturkan telah melakukan renegosiasi kewajiban perusahaan yang akan jatuh tempo, termasuk di dalam biaya penyewaan pesawat sebagai langkah efisiensi untuk menghadapi situasi new normal

"Kami lakukan upaya renegosiasi biaya sewa pesawat sekaligus memperpanjang masa sewa pesawat, melakukan renegosiasi kewajiban perusahaan yang akan jatuh tempo, hingga melakukan program efisiensi biaya dengan memprioritaskan keselamatan dan layanan penerbangan," ucapnya.

Di samping itu, pihaknya juga melaksanakan optimalisasi lini bisnis kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang untuk memaksimalkan angkutan kargo, intensifikasi bisnis sewa kargo, dan pengembangan platform layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital KirimAja.

Sponsored

Perusahaan juga turut mengoptimalkan layanan penerbangan sewa, khususnya untuk melayani penerbangan repatriasi WNI dari  sejumlah negara, seperti Jepang, Uni Emirate Arab  (UEA), Singapura, Srilanka, dan Maldives. Untuk penerbangan repatriasi WNA, dilayani ke sejumlah negara, yakni Brazil, Colombia, Srilanka, Maldives.

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Minggu, 02 Agst 2020 16:26 WIB
Berita Lainnya