sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

CEPI gunakan fasilitas Bio Farma untuk produksi vaksin Covid-19

Produksi vaksin akan dimulai pada akhir kuartal IV-2021 atau pada kuartal I-2022 mendatang.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 15 Okt 2020 17:25 WIB
CEPI gunakan fasilitas Bio Farma untuk produksi vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Induk perusahaan Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma, terpilih sebagai salah satu Potential Drug Manufacturer Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) for Covid-19.

Terpilihnya Bio Farma merupakan kelanjutan dari hasil due diligence, pada 15 September 2020, yang memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

CEPI merupakan koalisi pemerintah-swasta dan filantropis, yang berpusat di Norwegia, memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi, dengan cara mempercepat pengembangan vaksinnya. CEPI juga bertujuan untuk mengembangkan fase awal vaksin yang aman, efektif, dan terjangkau, yang dapat membantu menahan wabah sedini mungkin.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam keterangan resminya mengatakan, fasilitas Bio Farma yang akan digunakan CEPI adalah untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan multi platform sebanyak 100 juta dosis per tahunnya. Produksi tersebut akan dimulai pada akhir kuartal IV-2021 atau pada kuartal I-2022 mendatang.

"Pengembang-pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri, sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma adalah salah satunya”, ujar Honesti dari Bandung, Kamis (15/10).

Honesti menambahkan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan memengaruhi kegiatan produksi rutin yang ada di Bio Farma. Dia mengatakan pihaknya telah memperhitungkan aktivitas produksi perseroan yang rutin.

"Setelah dilakukan perhitungan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI tidak akan mengganggu kegiatan produksi rutin di Bio Farma," tuturnya.

Pada masa yang akan datang, Honesti mengatakan kolaborasi dengan CEPI tidak terbatas tentang vaksin Covid-19 saja, namun juga pengembangan vaksin pandemi lainnya melalui berbagai teknologi terkini. Bio Farma diprediksi bisa mendapatkan akses terhadap berbagai teknologi pembuatan vaksin, sehingga akan memperkuat kemandirian vaksin secara nasional.

Sponsored
Berita Lainnya