sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

CISDI: Akses terhadap rokok perlu diturunkan

Masyarakat hingga kini masih mudah mendapat rokok karena dapat diecer dan harganya bervariatif imbas kompleksnya sistem perpajakan.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Kamis, 24 Sep 2020 18:44 WIB
CISDI: Akses terhadap rokok perlu diturunkan

Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menilai, keterjangkauan rokok masih perlu diturunkan sebagai upaya pengendalian tembakau di Tanah Air. Pangkalnya, harga rokok masih terjangkau sekalipun tarif cukai hasil tembakau (CHT) rerata naik 23% dan harga eceran terendah (HET) meningkat 35%.

Project Officer for Tobacco Control CISDI, Lara Rizka, mendorong demikian lantaran sistem perpajakan kompleks seperti terdapat 10 lapis (layer) tarif CHT. Sehingga, harga rokok variatif, ada yang mahal dan ada rokok yang terjangkau.

“Masih banyak PR (pekerjaan rumah) untuk (pengendalian) tembakau. Harga rokok masih murah dan bisa dibeli satuan. Perlu dilakukan simplifikasi aturan-aturan ini," ujarnya saat dialog bersama redaksi Alinea.id secara daring, Kamis (24/9).

Lara melanjutkan, CISDI kini tengah melakukan kampanye publik "Festival Pemilu Harga" tentang harga rokok serta dampaknya bersama dengan organisasi lain melalui situs web pulihkembali.org. Di dalamnya memuat survei pendapat masyarakat tentang kenaikan harga rokok. Hasilnya akan dipublikasikan akhir Oktober 2020 dan diberikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sponsored

Dirinya lantas menyinggung survei serupa yang dilakukan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKSJ UI) pada 2019. Hasilnya, 88% responden mendukung kenaikan harga rokok. Kemudian, perokok aktif mengaku berhenti saat harga rokok per bungkus sebesar Rp60.000 hingga Rp70.000.

Menurutnya, kenaikan harga rokok juga akan mendatangkan keuntungan lain. Pertama, jumlah perokok usia anak dapat dicegah karena tidak terjangkau lagi. Kedua, pengurangan konsumsi rokok bakal meringankan beban biaya pengobatan penyakit akibat rokok. Kemudian, meningkatkan penerimaan pendapatan negara.

Berita Lainnya