sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dampak coronavirus, 40.000 wisman batalkan pesanan kamar di Bali

Hariyadi mengatakan sektor pariwisata akan semakin terpukul jika wabah tak tertangani.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 07 Feb 2020 16:30 WIB
Dampak coronavirus, 40.000 wisman batalkan pesanan kamar di Bali
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Kamar Dagang dan Induatri (Kadin) menyatakan penyebaran coronavirus telah berdampak langsung pada pariwisata di Bali. Wakil Ketua Umum Kadin Hariyadi Sukamdani mengatakan sebanyak 40.000 wisatawan mancanegara (wisman) sudah membatalkan pesanan kamar di Bali.

"Situasi hari ini tidak mudah. Kami mencoba suasana lebih semangat, optimis di awal tahun, karea baru saja Imlek. Tapi ada coronavirus, ini membuat kelimpungan," katanya di Jakarta, Jumat (7/2).

Hariyadi, yang merupakan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini juga mengatakan sektor pariwisata akan semakin terpukul jika penyebaran virus tersebut terus berlanjut. Apalagi pemerintah telah memutuskan untuk menunda penerbangan dari dan menuju China, menyusul peringatan bahaya coronavirus secara global. 

Dia melanjutkan, untungnya kondisi coronavirus tersebut berlangsung di low season, sehingga dampaknya tidak terlalu besar bagi dunia usaha.

"Kita blm pernah menghadapi situasi seperti ini. Untungnya situasinya saat low season. Tapi kalo berlanjut sampai pertengahan Februari jadi serius," ucapnya.

Di sektor lain, Hariyadi mengatakan, ekspor hewan hidup juga mengalami dampak langsung dari merebaknya coronavirus. Pasalnya, China merupakan negara eksportir utama Indonesia.

"Ekspor impor juga terganggu terkait dengan ekspor ikan, ekspor livestock terganggu semua. Ini yang harus kita hati-hati situasi seperti ini. Kita tidak pernah terbayang penyebaran coronavirus lebih cepat dari SARS walaupun SARS lebih mematikan," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kerja sama erat antara berbagai pihak untuk dapat mengantisipasi ketidakpastian global yang diprediksi masih akan panjang ke depan. 

Sponsored

"Kita harus membangun kerja sama yang erat antara kita. Tahun 2020 tantangannya cukup besar masih banyak ketidakpastian yang akan terjadi," ujarnya.

Berita Lainnya