logo alinea.id logo alinea.id

Dampak infrastruktur RI masih kalah dari Malaysia

Pembangunan infrastruktur di Indonesia ternyata masih kalah dari sisi dampak terhadap ekonomi ketimbang Malaysia, Thailand, hingga Filipina.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 12 Agst 2019 23:40 WIB
Dampak infrastruktur RI masih kalah dari Malaysia

Meski terus menggalakkan sejumlah program untuk pembangunan di sektor infrastruktur, akan tetapi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masih kalah dengan negara ASEAN.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), pertumbuhan belanja infrastruktur Indonesia hanya berkontribusi sebesar 8,60% lebih rendah dari Malaysia sebesar 8,70%.

Negara tetangga lainnya seperti Thailand dapat tumbuh hingga 10,3%, Vietnam 11,5%, dan Filipina 12,6%.

"Pertumbuhan infrastruktur Indonesia memang masih relatif lebih rendah dibandingkan negara tetangga. Kita kalah cepat dibangun kalau dibandingkan dengan negara-negara satu kawasan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (12/8).

Kendati demikian, dia mengatakan, daya dorong belanja infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi tinggi, elastisitasnya mencapai 0,55%. 

Ia pun mengatakan meski terjadi peningkatan yang signifikan, pembangunan infrastruktur di dalam negeri masih timpang.

"Artinya kita menilai belanja infrastruktur masih menjadi skala prioritas yang harus dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, karena Indonesia masih kekurangan infrastruktur," ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur memang tidak dapat dirasakan langsung manfaatnya, karena merupakan proyek jangka panjang. Sebab, ujarnya, pembangunan infrastruktur adalah bagian dari perencanaan Indonesia ke depan.

Sponsored

"Kita harus peduli yang jangka menengah, panjang, atau bila perlu yang next generation. Itulah cara berpikir yang baik. Jadi gunanya perencanaan adalah kita harus melihatnya long term, bukan hanya kepentingan sesaat," ucap Bambang.

Namun demikian, ia mewanti-wanti pembangunan infrastruktur juga harus memikirkan dampak ekonominya. Ia mencontohkan, jika akan membangun jalan yang dipikirkan bukan hanya bagaimana kelancaran arus transportasi, tetapi juga dampak pembangunan jalan tersebut bagi peningkatan kesejahteraan warga.

"Harus dilihat apakah harga komoditas jadi lebih rendah, apakah inflasi menjadi lebih rendah, apakah harga jual komoditas petani harganya menjadi lebih meningkat, dan ujungnya apakah kawasan industri menjadi meningkat dengan adanya jalan tersebut," tuturnya.

Akan tetapi, kata Bambang pengalokasian belanja infrastruktur harus diawasi agar tepat sasaran. 

"Belanja infrastruktur memang perlu menjadi perhatian. Karena belanja ini kita harapkan dampak perekonomian bisa menjadi lebih besar," ucapnya.