sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dana asing kabur dari pasar modal Indonesia Rp14,87 triliun

Dana asing keluar selalu menimbulkan volatilitas yang tinggi pada pergerakan indeks saat krisis.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 24 Apr 2020 16:49 WIB
Dana asing kabur dari pasar modal Indonesia Rp14,87 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Pandemi Covid-19 membuat dana dari investor asing ikut keluar dari pasar modal Indonesia. Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak awal tahun hingga 17 April 2020 (year to date/ytd), investor asing mencatatkan jual bersih Rp14,87 trilun.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyatakan investor asing memang cenderung melakukan aksi jual dan beralih ke instrumen safe haven. Menurut Laksono, hal tersebut telah terjadi berulang kali ketika krisis.

"Mereka lari ke safe haven seperti mengalihkan portofolio ekuitas ke surat utang. Tetapi, begitu kondisi membaik, mereka akan kembali lagi," ujar Laksono dalam konferensi video BEI, Jumat (24/4).

Laksono pun melihat aliran dana keluar atau outflow asing di pasar saham sebesar Rp14,87 triliun masih relatif kecil, jika dibandingkan dengan total kepemilikan asing di pasar modal Indonesia. Laksono mencatat, investor asing memiliki 51,9% dari total saham freefloat yang ada di pasar modal Indonesia pada 2019.

"Per 23 April 2020, kepemilikan asing itu turun sedikit ke 49,8%. Jadi kepemilikan investor asing tetap ada di Indonesia," ujar dia.

Meskipun relatif kecil, Laksono mengatakan capital outflow dari investor asing selalu menimbulkan volatilitas yang tinggi pada pergerakan indeks saat krisis. Tercatat secara YTD, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 28,44%.

Namun, lanjut Laksono, volatilitas tersebut masih tergolong lebih baik apabila dibandingkan dengan krisis finansial 2008. Saat itu, kata Laksono, IHSG turun hingga 50%.

"Ini karena dominasi investor domestik yang semakin membaik. Mereka berfungsi sebagai shock breaker saat terjadi kejutan di pasar modal," tuturnya.

Sponsored

Untuk diketahui, investor asing mencatatkan capital outflow salama dua bulan berturut-turut pada Februari dan Maret. Capital outflow pada Februari 2020 tercatat Rp4,7 triliun dan Maret 2020 sebesar Rp5,591 triliun. Sementara, data April 2020 menunjukkan adanya capital outflow sebesar Rp4,5 triliun per 17 April 2020.

Adapun pada Januari, investor asing mencatatkan capital inflow sejumlah Rp34 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2019, asing mencatatkan capital inflow sejumlah Rp49,2 triliun.

Berita Lainnya