sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dana asing masuk Rp19,2 triliun perkuat rupiah

Bank Indonesia mencatat aliran dana asing masuk ke Indonesia mencapai Rp19,2 triliun dalam tiga pekan (2-24 Januari 2019).

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 25 Jan 2019 17:01 WIB
Dana asing masuk Rp19,2 triliun perkuat rupiah

Bank Indonesia mencatat aliran dana asing masuk ke Indonesia mencapai Rp19,2 triliun dalam tiga pekan (2-24 Januari 2019). Derasnya aliran dana ini juga mengerek nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dana asing itu masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) Rp8,02 triliun dan saham sebesar Rp12,1 triliun. 

"Yang lain-lain sekitar sisanya di dalam obligasi korporasi,” kata Perry di Jakarta, Jumat (25/1).

Perry mengatakan aliran dana ini juga menunjukkan kepercayaan investor asing ke Indonesia yang terus tumbuh. Akibat meningkatnya investasi ini, nilai tukar rupiah menguat ke  Rp14.109 per dollar AS (data Bloomberg).

“Jadi ini mengembalikan lagi confidence (kepercayaan) terhadap prospek ekonomi Indonesia. Juga terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia. Baik yang ditempuh pemerintah, BI, dan OJK," klaim Perry di kantornya, Jumat (25/1). 

Sementara itu, Perry mengklaim portofolio investasi asing yang masuk ke Indonesia terbilang tinggi. Padahal, kondisi ekonomi global sedang tidak menentu. Hal itu yang menjadi faktor nilai tukar rupiah terus stabil, bahkan beberapa hari ini menguat. Perry meyakini, rupiah akan terus bergerak stabil dan menguat ke depan.

"Satu faktor bahwa aliran modal asing yang masuk itu menambah suplai dari pasar valas," ujarnya. 

Di sisi lain, Ferry mengatakan faktor lain yang menaikkan nilai tukar rupiah yakni konsistensi kebijakan-kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah, dalam hal ini Bank Indonesia, OJK, serta instansi terkait. Selain itu, kenaikan bunga Fed Funds Rate yang lebih rendah dan mekanisme pasar valas yang terus tumbuh di pasar spot forward maupun di pasar domestic non delivery forward (DNDF). 

Sponsored

Dalam beberapa waktu ke depan, kata Perry, Bank Sentral akan terus meningkatkan koordinasi dengan dan lembaga lain di industri keuangan untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Dengan begitu, sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah di perdagangan akan terjaga.